Tujuan Pendidikan Nasional dalam Perspektif Pendidikan Islam

Tujuan Pendidikan Nasional dalam Perspektif Pendidikan Islam

Substansi pendidikan nasional relevan dengan pendidikan Islam. Artinya, selama Pancasila sebagai ideologi bangsa kita pahami seperti pemahaman kita sekarang, dimana kelima sila, dari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa (ketauhidan) sampai keadilan sosial dijunjung tinggi sebagai pandangan hidup dan dasar pendidikan, maka secara substantif prinsip-prinsip pendidikan nasional relevan dengan pendidikan Islam. Hal ini dapat dilacak dari substansi yang terkandung dalam Undang-Undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003, pasal 2 dan 3:

Pasal 2: “Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”, dan pasal 3 (seperti pada rumusan masalah sebelumnya).

Relevansi substansi antara pendidikan nasional dengan pendidikan Islam terletak pada:

1)      Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar pendidikan tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar Islam (Tauhid). Karena seperti yang kita ketahui nilai-nilai dasar Islam itu sendiri, yaitu kemanusiaan, kesatuan umat manusia, keseimbangan dan rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

2)      Pandangan terhadap manusia sebagai makhluk jasmani-rohani yang berpotensi untuk menjadi manusia bermartabat (makhluk paling mulia).

3)      Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi (fitrah dan sumber daya manusia) menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur (akhlak mulia) dan berbagai kemampuan untuk memikul tanggung jawab (sebagai Khalifatullah).

Tujuan pendidikan diatas sesuai dengan tujuan tertinggi atau terakhir dalam pendidikan Islam dan senada dengan tujuan individual pendidikan Islam yang keseluruhannya berkisar pada pembinaan pribadi Muslim yang berpadu pada perkembangan dari segi spiritual, jasmani, emosi, intelektual dan sosial. Atau dengan lebih jelas lagi, ia berkisar pada keseluruhannya pada pembinaan warga negara Muslim yang baik, yang percaya pada Tuhan (beriman) dan agamanya, berpegang teguh pada ajaran-ajaran agamanya, berakhlak mulia yang timbul dari agamanya, bersenjatakan ilmu pengetahuan, memikul tanggung jawab terhadap diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan seluruhnya dengan kesadaran, keikhlasan, dll.

  1. Keuntungan di Berlakukannya UU Sisdiknas dan Kaitannya dengan Pendidikan Islam  

            Banyak sekali keuntungan yang dirasakan oleh umat Islam dengan diberlakukannya UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003 ini, diantaranya :

  1. Tujuan Pendidikan Nasional sangat memberikan peluang untuk merealisasikan  nilai-nilai Al Quran yang menjadi tujuan pendidikan Islam yaitu terbentuknya manusia yang beriman dan bertaqwa (pasal 3).
  2. Anak-anak Muslim yang sekolah di lembaga pendidikan Non Islam akan terhindar dari pemurtadan, karena anak-anak tersebut akan mempelajari mata pelajaran agama sesuai dengan yang dianut oleh siswa tersebut dan diajarkan oleh guru yang seagama dengan dia (Pasal 12 ayat 1a).
  3. Madrasah-madrasah dari semua jenjang terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional secara penuh (Pasal 17 dan 18).
  4. Pendidikan keagaamaan seperti Madrasah diniyah dan pesantren mendapat perhatian khusus pemerintah, karena pendidikan keagamaan tidak hanya diselenggarakan oleh kelompok masyarakat tetapi juga diselenggarakan oleh pemerintah (Pasal 30).
  5. Pendidikan Agama diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi (Pasal 37).

baca juga :