Tujuan Mempelajari ‘Ulumul Qur’an

Tujuan Mempelajari ‘Ulumul Qur’an

Tujuan Mempelajari ‘Ulumul Qur’an

Tujuan Mempelajari ‘Ulumul Qur’an

Al-Qur’an sebagai pedoman umat manusia yang masih hidup perlu diketahui isinya untuk diperoleh petunjuk darinya. Oleh karena kandungannya masih sangat umum dan mujmal, maka perlu dibutuhkan sebuah ilmu. Jika mengetahui isi Al-Qur’an adalah wajib bagi umat Islam, maka mempelajari ‘Ulumul Qur’an demikian pula halnya. Adapun mempelajari ‘Ulumul Qur’an mempunyai banyak tujuan sebagaimana kutipan dibawah ini.

  1. Alam silabus IAIN tahun 1997 dinyatakan, bahwa tujuan mempelajari ‘Ulumul Qur’an adalah agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami ‘Ulumul Qur’an dengan bermacam-macam pokok pembahasannya yang diperlukan sebagai salah satu alat untuk memahami Al-Qur’an
  2. Menurut T.M. Hasbi Ash Shiddiqi, tujuannya adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengisyinbatkan hukum syara’, baik mengenai I’tiqad, amalan, budi pekerti, maupun lainnya.
  3. Menurut ‘Ali Ash Shabuni; adalah untuk memahami kalam Allah berdasarkan keterangan dan penjelasan dari Rasulullah SAW. dan riwayat yang disampaikan oleh para sahabat dan tabi’inr.a, disekitar penafsiran mereka terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Dan untuk mengetahui cara dan dasar penafsiran para ‘ulama pada zaman dahulu, penjelasan tentang tokoh dan keistimewaannya di kalangan mereka, dan untuk mengetahui syarat-syarat penafsiran.

2.1.4        Lingkup Pembahasan ‘Ulumul Qur’an

Berdasarkan definisi-definisi diatas, maka ‘Ulumul Qur’an sangat luas pembahasannya. Menurut Ibn Al ‘A’rabi, ‘Ulumul Qur’an meliputi 77.450 ilmu. Hal mana didasarkan pada perhitungan, jumlah kalimah dalam Al-Qur’an dikalikan empat, karena setiap kalimah dalam Al-Qur’an mengandung makna dhahir, batin, terbatas dan tak terbatas.

Menurut As Suyuti, ‘Ulumul Qur’an mencakup 80 macam ilmu. Dan asing-masing ilmu mempunyai beberapa cabang. AzZarkasyi membahas 47 ilmu Al-Qur’an. Dan Al Bulqini dengan bukunya mawaqi’ al ‘Ulum min Mawaqi’ na Nujum membahas 50 macam ilmu Al-Qur’an. Meskipun jumlah ilmu Al-Qur’an itu sangat banyak, namun pada dasarnya kembali pada beberapa hal saja, yakni:

Pertama : pembahasan yang berkaitan dengan NuzululQur’an, yaitu awqat na nuzul, mawathin na nuzul, asbabunnuzuldan tarikh na nuzul.

  • Awqat an nuzulwamawathin an nuzul;

Yaitu pembahasan tantang periode penurunan Al-Qur’an dan tentang tempat penurunannya. Ayat-ayat yang turun pada periode sebelum hijrah disebut makkiyyah, ayat yang turun setelah periode hijrah disebut madaniyyah, ayat yang turun saat nabi berada dirumahhadlariyyah, ayat yang turun pada saat nabi di perjalanan disebut safariyyah, ayat yang turun di siang hari disebut nahariyyah, ayat yang turun pada malam disebut lailiyyah, ayat yang turun pada musim panas disebut shaifiyyah, ayat yang turun pada musim dingin disebut syitaiyyah, dan ayat yang turun pada saat nabi pembaringan dinamakan ayat firasyiyyah.

  1. Asbab an nuzul

Yaitu pembahasan berkisar pada sebab-sebab diturunkannya ayat.

  1. Tarikh an nuzul

Pembahasannya meliputi wahyu mana yang pertama dan terakhir diturunkan, ayat mana yang diturunkan secara berulang-ulang, ayat yang diturunkan bercerai-berai, ayat yang tur terkumpul, dan ayat yang pernah diturunkan kepada seorang nabi sebelumnyan maupun yang belum pernah diturunkan kepada siapapun.

Kedua        : pembahasan yang berakaitan dengan Sand, yakni meliputi mutawatir, ahad, syadz, rupa-rupa qira’ah nabi, para perawi dan para huffadhdan kaifiyattahammul(teknik penghafalan)

Ketiga      : pembahasan yang berkaitan dengan hal bacaan yang meliputi waqaf, ibtida’, malah, Mad, takhfif hamzah dan idgham.

Keempat   : pembahasan yang berkenaan dengan hal lafadh yang meliputi ghariblafadh, mu’rab, majaz, lafadhmusytarak, muradif, isti’arahdan tasbih.

Kelima      : pembahasan yang berhubungan dengan hal makna Al-Qur’an yang berkaitan dengan hukum, yang meliputi ‘am, khas, mujmal, mufashshal, manthuq, mafhum, muhkam, mutasyabih, dan nasikh-mansukh.

Keenam    : pembahasan makna Al-Qur’an yang berkaitan dengan lafadh, yakni fashldan washl, i’jaz, ithnab, musawah, dan qashr

baca juga :