Tugas 2 Bahasa Indonesia

Tugas 2 Bahasa Indonesia

Tugas 2 Bahasa Indonesia

Tugas 2 Bahasa Indonesia
Tugas 2 Bahasa Indonesia

BAHASA

Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai sarana integrasi dan adaptasi.

Setiap negara pasti memiliki bahasa masing masing. Tujuan utama bahasa adalah untuk dapat berinteraksi terhadap orang lain. Coba bayangkan saja jika di dunia ini tidak ada satupun bahasa. Bagai mana kita dapat berkomunikasi terhadap orang lain mungkin kita tidak bisa meminta bantuan orang lain dan memaksa kita untuk hidup secara sendiri sendiri. Bahasa bukanlah hanya bahasa saat kita berbicara saja. Banyak bahasa lain seperti bahasa tubuh juga disebut bahasa karena seseorang dapat mengerti dengan apa yang hendak dia sampaikan walaupun dia tidak berbicara.
Di dunia ini sangat banyak berbagai macam ragam bahasa. Dan umumnya setiap negara punya bahasa masing masing. Dan bahasa juga dapat mengalami perubahan atau evolusi evolusi, mungkin penyebabnya adalah karena semua orang telah berbahasa dan mungkin ada beberapa bahasa yang dirubah secara tidak sengaja atau melahirkan sebuah bahasa baru dari kata kata yang sebelumnya tidak ada. Dalam penggunaan bahasa juga terdapat istilah yang dikatakan dengan:

1.      Idiolek  adalah gaya bahasa yang terdapat pada jiwa seseorang.

2.      Dialek adalah gaya berbicara dari suatu kelompok atau dari daerah tertentu

3.      Kronolek adalah pengertian dari ragam bahasa yang digunakan pada masa tertentu seperti pada masa sukarno yang gaya bahasa mereka sangat berbeda untuk jaman sekarang, dan mungkin juga karena terpengaru atau sedikit terbawa bahasa belanda saat itu

4.      Sosiolek adalah jenis bahasa yang cenderung digunakan bergantung pada status sosial, misalnya bahasa para petinggi dengan, atau bahasa para juragan juragan kaya yang cenderung lebih mengutamakan karismatiknya.

5.      Fungsiolek adalah bahasa yang digunakan untuk kepentingan kepentinga tertentu misalnya bahasa dibidang jurnalistik, militer, atau mungkin di bidang bisnis.

Manusia dalam berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan berbagai bahasa. Jenis – jenis bahasa yang dipergunakan manusia untuk berinteraksi dan berkomunikasi ada 6, yakni sebagai berikut.

1.      Bahasa diam (silent language)

Bahasa diam adalah cara berkomunikasi yang dilakukan oleh penutur dengan mitra tutur, tetapi mitra tutur menanggapinya dengan diam. Bahasa diam juga bisa diamati dalam kehidupan sehari-hari. Contoh, seorang ayah pulang dari kantor, ketika ditanya istrinya, ia diam saja. Ia tidak menjawab pertanyaan istrinya. Istrinya tentu bergumam “Wah, suamiku punya masalah”.

2.      Bahasa tanda (sign language)

Bahasa tanda adalah cara berkomunikasi dengan menggunakan tanda-tanda. Yang banyak menggunakan bahasa tanda ialah Polisi Lalu Lintas. Misalnya, tanda parkir berupa huruf P yang dilingkari.

3.      Bahasa kode (code language)

cara berkomunikasi dengan menggunakan isyarat. Oleh karena itu, bahasa kode disebut juga bahasa isyarat. Bagi bangsa Indonesia, mengangguk berarti setuju, menggelengkan kepala berarti tidak setuju atau tidak mau, dan mengernyitkan dahi berarti belum paham. Bahasa kode banyak digunakan pada kegiatan kepramukaan, misalnya berkomunikasi dengan menggunakan isyarat-isyarat semaphore.

4.      Bahasa kontak (contact language)

Bahasa kontak adalah cara berkomunikasi dengan cara menyinggungkan anggota tubuh dengan mitra bicara (kontak secara jasmani). Misalnya, “seorang nenek membelai-belai rambut cucunya, pertanda sang nenek sedang mencurahkan kasih sayangnya kepada cucucnya”.

5.      Bahasa simbol (symbol language)

Bahasa simbol adalah bahasa yang disimbolkan. Mitra komunikasi (mitra bicara) dapat memahami maksud atau pesan yang disampaikan oleh penutur (komunikator) dengan mengamati simbol yang digunakan oleh komunikator. Misalnya, pemakaian cincin pada jari manis tangan kiri. Hal itu untuk memberitahukan kepada orang lain bahwa dia sudah bertunangan.

6.      Bahasa verbal (verbal language)

Bahasa verbal adalah komunikasi antarpertisipan dengan cara menggunakan organ-organ atau lambang-lambang verbal. Apabila menggunakan organ yang mengacu pada bahasa lisan, sedangkan jika menggunakan lambang verbal berarti mengacu pada bahasa tulis. Misalnya, bahasa verbal lisan digunakan oleh beberapa orang yang sedang berdiskusi, wawancara, simposium, dan berbincang-bincang santai. Bahasa verbal tulis digunakan oleh penulis buku, novel, cerpen, dan berkirim surat.

Konteks Tentang Bahasa.

konteks merupakan ciri-ciri alam di luar bahasa; lingkungan/ situasi tuturan berlangsung yang menumbuhkan makna pada ujaran; lingkungan nonlinguistik dari wacana. konteks wacana dibentuk oleh berbagai unsur, seperti situasi, pembicara, pendengar, waktu, tempat, adegan, topik, peristiwa, bentuk, amanat, dan kode. Unsur-unsur itu berhubungan pula dengan unsur-unsur yang terdapat dalam setiap komunikasi bahasa, antara lain:

Latar : tempat dan waktu terjadinya percakapan.

Peserta : peserta percakapan yakni pembicara (penyapa) dan pendengar (pesapa).

Hasil : hasil dan tujuan percakapan.

Amanat: bentuk dan isi amanat.

Cara : cara percakapan dilakukan, dengan semangat, santai atau tergesa-gesa.

Sarana : penggunaan bahasa lisan atau tulis; variasi bahasa yang digunakan.

Norma : perilaku peserta percakapan.

Jenis : mengacu pada kategori seperti sajak, teka-teki, kuliah, dan doa.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konteks adalah segala sesuatu yang melingkupi teks. Teks dan konteks merupakan sesuatu yang selalu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Makna yang terealisasi dalam teks merupakan hasil interaksi pemakai bahasa dengan konteksnya, sehingga konteks merupakan wacana terbentuknya teks.

Macam-Macam Konteks

Secara garis besar konteks dapat dipilih menjadi dua kategori , yakni konteks linguistik dan konteks ekstralinguistik.

1.    Konteks linguistik

Konteks linguistik merupakan konteks wacana atau lingkungan wacana yang berupa unsur bahasa yang mencakup:

a.    Penyebutan depan.

Penyebutan depan adalah lingkungan linguistik yang berupa bagian wacana yang disebut terdahulu <perior-mention> sebelum bagian teks yang lain. Dari penyebutan itulah status sebuah acuan <suatu yang dimaksudkan> dapat terwujud dan dapat dikenali.

b.    Sifat kata kerja.

Kata kerja digolongkan menjadi dua macam yaitu generik dan tak generik. Kata kerja generik adalah kata kerja yang penggeraknya tidak dapat menjadi informasi lama , yakni informasi yang tidak dapat disebut kembali dengan pemerkah definisi ini dan itu. Sedangkan kata kerja tak generik yakni bendayang mengikutinya dapat diikuti objek dan objeknya dapat disebut kembali dengan pemerkah definisi ini dan itu.

c.    Kata kerja konteks.

Kata kerja konteks adalah kata kerja yang ditambahkan pada kata kerja utama. Ada kata bantu …… <yang menunjukan sikap batin : harus,pasti,mungkin,ingin,suka,mau dan sebagainya> sedangkan kata kerja bantu aspek <yang menunjukan keberlangsungan kerja,sudah,akan,belum,baru dan sebagainya>.

d.    Proposisi positif.

Secara sederhana proposisi dapat diartikan sebagai pertanyaan secara teknis dapat diartikan sebagai konfigurasi makna yang terjadi dari hubungan antara unsur sabjek dan predikat serta unsur-unsur yang lain dalam klausa atau kalimat atau apa yang dikemukakan oleh penutur/penulis, atau tentang apa yang terungkap dalam sebuah teks wacana.

2.    Konteks ekstra linguistik

Macam-macam konteks ekstra linguistik yaitu :

a.    Peranggapan

Peranggapan adalah ungkapan yang sudah ada yang menjadi syarat bagi benar salah satunya suatu kalimat . peranggapan itu merupakan (pengetahuan) landasan bersama (camman ground) bagi pengguna bahasa. Stalnaker (Brown dan yule 1983) menyatakan bahwa peranggapan adalah apa yang dimiliki untuk dijadikan landasan bersama partisipasi dalam komunikasi verbal.

b.    Partisipasi

Partisipasi adalah orang yang berpartisipasi dalam peristiwa itu. Semua pelaku yang partisipasi pada peristiwa itu disebut partisipan.

c.    Topik dan kerangka topik

Topik adalah pokok isi sebuah wacana. Topik dalam sebuah wacana dapat dikenali dengan pertanyaan, tentang apa yang di kemukakan oleh penutur/penulis, atau tentang apa yang terungkap dalam sebuah teks wacana. Topik merupakan pengikat satuan-satuan teks pembentuk wacana. Kalimat dalam teks juga harus berisi informasi yang relevan dengan topik.

Dengan menggunakan topik tertentu suatu interaksi dapat berjalan dengan lancar. Namun dalam kehidupan sehari-hari apa yang disebut dengan topik sangat kompleks sehingga para ahli wacana menamakannya dengan kerangka topik.

Kerangka topik adalah topik besar atau topik atasan yang meliputi sejumlah topik bawahan. Jadi, istilah topik dan kerangka topik diberlakukan manakala dalam teks terdapat topik atasan dan topik bawahan.

d.    Latar

Latar (seting) adalah konteks kewacanaan yang berupa tempat, waktu dan peristiwa. Konteks tersebut sangat berpengaruh dalam penggunaan satuan unsur wacana. Sebuah peristiwa berpengaruh dalam penggunaan tuturan dalam wacana. Dalam peristiwa kecelakaan biasanya akan muncul kalimat-kalimat :

Apkah ada yang meninggal?

Siapa yang bersalah?

Bagian yang ditanyakan juga bermacam-macam, bergantung pada perhatian penutur.

e.    Saluran komunikasi

Lisan dan tulis itu merupakan saluran bahasa. Disamping itu bahasa juga digunakan secara langsung (tanpa sarana/alat) atau juga secara tidak langsung(dengan sarana/alat) dalam bahasa tulis, unsur isi diuyngkapkan lebih lengkap daripada bahasa lisan.

f.     Kode

Istilah kode digunakan dalam model ini dengan pengertian bahasa atau dialek beserta ragam-ragamnya : ragam baku, ragam resmi, ragam akrab, ragam intim.

 

Anda tentu bersikap dengan kesungguhan ketika anda mengikuti acara doa dituturkan dengan ragam resmi, bahkan ada yang menggunakan ragam baku bahkan ragam yang tidak dapat diubah. Anda sebagai peserta doa, lebih sering diharapkan pada satu pilihan sahutan saja, yaitu “aamiin”, dan tidak boleh dengan kata lain yang bersinonim setuju.

 

Sumber : https://dolanyok.com/seva-mobil-bekas/