Standar Internasional Tentang Perlindungan Anak

Standar Internasional Tentang Perlindungan Anak

Standar Internasional Tentang Perlindungan Anak

Anak-anak memiliki hak-hak untuk diakui dalam hukum internasional semenjak tahun 1924, ketika Deklarasi tentang Hak-hak Anak internasional yang pertama diadopsi oleh Liga Bangsa-Bangsa. Instrumen-instrumen  hak-hak  azasi  manusia  berikutnya  –  dari  Perserikatan  Bangsa-bangsa, seperti  Deklarasi  Universal  Hak–hak  Azasi  Manusia  1948,  dan  instrumen-instrumen  regional seperti  Deklarasi  Amerika  tentang  Hak-hak  dan  Kewajiban  Manusia  yang  dibuat  pada  tahun yang sama – mengakui secara lebih umum hak manusia untuk bebas dari kekerasan, abuse, dan ekploitasi. Hak-hak  ini berlaku bagi setiap orang, termasuk anak-anak, dan dikembangkan lebih jauh dalam instrumen-instrumen seperti Kovenan Internasional tentang Hak-hak Politik dan Hak- hak Sipil 1966.

Konsensus  internasional  yang  dikembangkan  mengenai  perlunya  suatu  instrumen  baru  yang akan secara eksplisit meletakkan dasar-dasar mengenai hak-hak anak khusus dan istimewa. Pada tahun 1989, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Anak diadopsi oleh Sidang Majelis Umum. Konvensi ini dengan cepat menjadi perjanjian hak-hak azasi manusia yang paling  luas diratifi kasi dalam sejarah, diratifi kasi hampir secara universal. Konvensi Hak-hak Anak, dalam beberapa hal meningkatkan standar internasional mengenai hak- hak anak.

 Konvensi  ini menjelaskan  dan  secara hukum mengikat  beberapa hak-hak anak yang dicantumkan pada instrumen-instrumen sebelumnya. Konvensi ini memuat ketentuan-ketentuan baru yang  berkaitan  dengan  anak, misalnya, yang  berkenaan dengan hak  untuk  berpartisipasi, dan prinsip bahwa dalam  semua  keputusan  yang  menyangkut  anak, kepentingan  terbaik  bagi bagi  anak  harus  diutamakan.

Konvensi  juga  untuk  pertama  kalinya  membentuk  suatu  badan internasional yang bertanggung jawab untuk mengawasi penghormatan atas hak-hak anak, yakni

Komite Hak-hak Anak (Committee on the Rights of the Child).

Pengakuan hak-anak atas perlindungan tidak hanya terbatas pada Konvensi Hak-hak Anak. Ada sejumlah instrumen, baik instrumen Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun instrumen dari badan internasional lainnya, yang juga memasukkan hak-hak ini. Instrumen-instrumen itu meliputi:

  • Piagam Afrika tentang Hak-hak dan Kesejahteraan  Anak, Organisasi  Persatuan Afrika yang sekarang disebut Uni Afrika (The African Charter on the Rights and Welfare of the Child of  the Organisation for African Unity ) tahun 1993.
  • Konvensi-konvensi Jenewa mengenai Hukum Humaniter Internasional  (1949) dan Protokol Tambahannya (1977)
  • Konvensi  Buruh  Internasional  No.  138  (1973),  yang  menyatakan  bahwa,  secara  umum, seseorang yang berusia  di bawah  18 tahun, tidak  boleh dipekerjakan dalam  bidang-bidang pekerjaan  yang  berbahaya  bagi  kesehatan  dan  perkembangan  mereka,  dan  Konvensi Organisasi Buruh  Internasional No. 182  (1999) mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera untuk Menghapus Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak.
  • Protokol  bagi  Konvensi  Perserikatan  Bangsa-bangsa  tentang  Kejahatan  Transnasional Terorganisasi untuk Mencegah, Menekan dan Menghukum Perdagangan Manusia, Khususnya Wanita dan Anak-anak.

Ratifikasi Instrumen Internasional

Badan-badan pembuat undang-undang sebuah negara yang belum melakukan ratifi kasi hendaknya mempertimbangkan ratifi kasi atau menyetujui perjanjian-perjanjian internasional yang melindungi anak-anak  dari  bahaya  kon  ik  bersenjata,  memastikan  bahwa  komitmen politik  mereka  untuk membuat perlindungan anak menjadi permanen dan mengikat secara sah. Beberapa instrument penting mengenai hal ini mencakup:

  • Protokol Pilihan Konvensi Hak-hak Anak tentang Keterlibatan Anak dalam Kon  ik Bersenjata
  • Protokol I dan Protokol II Konvensi Jenewa
  • Konvensi  Ottawa  1997  tentang  Pelarangan,  Penumpukan,  Pembuatan  dan  Pengiriman Ranjau anti Personil dan Penghancurannya
  • Konvensi  Paris  1993  tentang  pelarangan  pengembangan,  pembuatan,  penyimpanan  dan penggunaan senjata kimia dan penghancurannya.

 

Baca juga :