Sistem Zonasi, Tak Pengaruhi Antusias Orangtua Siswa

Sistem Zonasi, Tak Pengaruhi Antusias Orangtua Siswa

Sistem Zonasi, Tak Pengaruhi Antusias Orangtua Siswa

Sistem Zonasi, Tak Pengaruhi Antusias Orangtua Siswa
Sistem Zonasi, Tak Pengaruhi Antusias Orangtua Siswa

Ratusan Orangtua Siswa rela berdiri dibawah teriknya matahari, di Hari pertama proses

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 tingkat SMA/SMK. Ratusan orangtua siswa tersebut, tidak terpengaruh dengan system zonasi yang diterapkan pada PPDB.

Pantauan di SMKN 7 Baleendah, ratusan orangtua siswa datang sejak pagi hari, sebagian di antaranya yang tidak mendapatkan tempat duduk rela berdiri di bawah pohon yang berada di lingkungan sekolah walau tersorot panasnya matahari, hal itu demi menunggu antrian pendaftaran.

Salah satu orang tua siswa Ade (45) mengatakan, dirinya datang ke SMKN 7 Baleendah sekitar

Pukul 07.00 WIB bersama anaknya Fikiran (16). Bertujuan untuk mendaftarakan anaknya di sekolah tersebut.

”Datang tadi pagi Pukul 07.00 WIB. Mau daftar dapat nomor antrean 71. Pengen masuk Jurusan Tehnik Gambar Bangunan,” kata Ade kepada wartawan di Baleendah, Senin (17/6)
Menurutnya, meski harus berdiri dan tersorot sinar matahari ia rela demi mendaftarkan anaknya ke SMKN 7 Baleendah. Selain berdiri dan tersorot sinar matahari, sejumlah orangtua siswa juga duduk di selasar lapangan sekolah di SMKN 7 Baleendah. Meski demikian, mereka tetap bersabar menunggu antrean.

”Iya enggak kenapa – kenapa yang penting bisa mendaftarkan anak saya hari ini

,” akunya.
Hal yang sama terlihat di SMAN 1 Soreang, sejak pagi hingga siang orangtua siswa mengantre untuk melakukan pendaftaran PPDB. Setelah menyerahkan berkas lengkap, mereka juga harus mengantre kembali untuk menggugah data ke server web Disdik Jabar yang dilakukan operator sekolah dan didampingi orangtua siswa.

Wakil Kepala SMAN 1 Soreang bidang tata usaha Iyus Rusdita mengatakan, antrean warga di hari pertama pendaftaran PPDB membeludak. Formulir pendaftaran yang disediakan sekolah mencapai 600 lembar habis dalam waktu singkat.

”Hari ini membludak, pendaftaran mencapai 200. Kita batasi, hari ini 200 orang dulu. Tapi yang membawa formulir mencapai 400 lebih,” kata Iyus saat ditemui di ruang kerjanya di Soreang.

 

Baca Juga :