Sistem Perbankan di Indonesia

 Sistem Perbankan di Indonesia

Bank-bank yang beroperasi di Indonesia saat ini pada dasarnya dikelompokkan ke dalam Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sedangkan Bank Indonesia berfungsi sebagai bank sentral. Namun demikian, sejalan dengan terjadinya perubahan dalam sistem keuangan terutama yang terkait dengan kelembagaan perbankan sebagai dampak dikeluarkannya undang-undang di bidang keuangan dan perbankan.
Description: 3 tantangan industri perbankan syariah
Sekjen Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Achmad K Permana mengatakan, tantangan yang dialami industri perbankan syariah ini terjadi baik di internal maupun secara eksternal. “Setidaknya ada 3 masalah yang membuat perbankan syariah belum bisa berkembang secara optimal,” ujar Permana pada acara Bincang-bincang Ramadhan dengan tema ‘Menguak Krisis Sumber Daya Insani di Perbankan Syariah’ di D’consulate Cafe, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Tantangan pertama, menurut Permana adalah dari sisi produk. Dirinya menuturkan, dari segi kuantitas produk syariah masih kurang banyak jika dibandingkan dengan konvensional. “Akhirnya, market share perbankan syariah masih terbilang kecil bila dibandingkan dengan konvensional. Bila konvensional bisa menambah porsi market share dengan menambah pembiayaan, sedangkan market share perbankan syariah terbatas dengan skim angsuran,” jelasnya.
Description: http://www.kppu.go.id/id/wp-content/uploads/2011/03/peristiwa-perbankan-indonesia-05.jpg
Sudah bukan rahasia lagi, struktur perbankan Indonesia saat ini tengah dikuasai oleh 14 bank besar atau yang biasa disebut dengan systematically important bank. Pada pertengahan September 2009, 14 bank tersebut memenuhi himbauan BI untuk menurunkan suku bunga dana pihak ketiga yang mendekati BI rate. Namun sepanjang 2010-2011, diyakini tidak ada perubahan signifikan dalam komposisi struktur perbankan Indonesia, terutama pada 14 bank besar tersebut.
Contohnya ketika BI Rate stabil di kisaran 6.5 – 6.75% dan suku bunga dana pihak ketiga sudah stabil di kisaran suku bunga penjaminan LPS, maka seharusnya suku bunga kredit idealnya di bawah 10%. Namun terjadi anomali dimana suku bunga kredit secara umum masih berada di atas 10%. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kisaran NIM perbankan Indonesia, yang masih berada di kisaran 6% atau terburuk peringkatnya di kawasan ASEAN 5.