Sistem Budaya Petani Indonesia

Sistem Budaya Petani Indonesia

Sistem Budaya Petani Indonesia

Sistem Budaya Petani Indonesia
Sistem Budaya Petani Indonesia
a.              Pada dasarnya para petani menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi mereka menyadari bahwa keburukan harus dihadapi sebaik-baiknya dengan penuh usaha dan ikhtiar.
b.             Mereka beranggapan bahwa bekerja untuk hidup dan kedudukan jika perlu.
c.              Mereka berorientasi masa sekarang, kurang memperdulikan masa depan dan berharap datangnya kembali sang ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka.
d.             Mereka menganggap bencana harus diterima dan menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
Unsur-Unsur Desa
a.              DaerahTanah yang produktif, lokasi, luas dan batas yang merupakan lingkungan geografis.
b.             PendudukJumlah penduduk, pertambahan pendudukpertambahan penduduk, persebaran pendudukdan mata pencaharian penduduk.
c.              Tata KehidupanPola tata pergaulan dan ikatanikatan pergaulan warga desa termasuk seluk beluk kehidupan masyarakat desa.
Fungsi Desa
a.              Dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan “hinterland” atau daerah dukung, berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok dan bahan makanan lain.
b.             ditinjaiu dari sudut potensi ekonomi, desa berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak kecil artinya.
c.              Dari segi kegiatan kerja (occupation), desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan sebagainya.