Rasio Utang RI Turun 31%

  Rasio Utang RI Turun 31%

       Pada tahun 1999 rasio utang Indonesia 100% karena saat itu pemerintah harus mengeluarkan surat utang baru sekitar Rp.600 triliun untuk menyelamatkan perbankan nasional. Setelah itu rasio terus menurun. Menkeu mengatakan bawa,semua pemerintahan,mulai dari presiden Habibi,Gusdur,Megawati,hingga sejarang memiliki kebijakan yang sama,menurunkan rasio utang-utang.

Tahun 2003,rasio utang Indonesia terhadap PBD 61% memasuki 2008 menjadi 33% terhadap PBD,dan tahun ini pemerintah berniat menurunkan kembali menjadi 32%. Total utang pemerintah indonesia saat ini hingga 29 mei 2009 mencapai 1.700 triliun,yakni pinjaman luar negri Rp.732 triliun dan surat berharga negara(SBN) Rp.968 triliun,yaitu pinjaman luar negri Rp. 730 triliun dan SBN Rp.960 triliun.

      Dengan demikian,sosok kerajaan bisnis yang dibangun di atas fondasi semu dan tumpukan utang. Menjadi tidak berdaya menghadapi krisis ekonomi. Sampai titik inipun,pemerintah nampaknya belum juga bangkit kesadarannya,bahwa menyelamatkan sektor modern dengan cara “habis-habisan” (all out dan at all cost) seperti yang terus dilakukan selama ini mengandung konsekuensi yang teramat riskan. Pemerintah masih terobsesi dan selalu disugesti seakan-akan hanya dengan sektor modern itulah bangsa berdaulat ini dapat kembali bangkit dari keterpurukannya.

      Diluar semua itu,sesungguhnya terdapat kekuatan yang luar biasa yang justru telah menyelamatkan negri ini dari kebangkrutannya,yaitu ekonomi rakyat. Di atas kertas,perekonomian bangsa ini seharusnya sudah “gulung tikar” sejak angka-angka statistik ekonomi pada periode krisis (1997-1999) menunjukan kecenderungan yang terus memburuk. Nyatanya,kondisi sekarat itu hanya terjadi pada sektor-sektor yang mampu tercatat dan terfleksikan dalam angka-angka statistik itu. Di luar angka-angka itu,yang tidak mampu dicatat oleh sistem statistik yang ada,sesungguhnya masih menyimpan potensi,kekuatan dan daya tahan yang sangat besar. Bila bangsa ini cukup cerdas untuk menterjemahkan hikmah krisis ekonomi,secara tidak langsung (belssing in disguise) seharusnya peristiwa menyakitkan ini justru dapat menjadi pelajaran yang dipetik hikmahnya. Kesimpulannya,pengabaian (ignoring) eksistensi ekonomi rakyat dan sektor tradisional sudah tiba saatnya untuk segera dihentikan.

sumber :

https://furnituremebeljepara.co.id/skateboard-party-2-apk/