Psikologi Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir

Psikologi Perkembangan Masa Kanak-Kanak Akhir

Masa kanak-kanak akhir (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya, masa kanak-kanak akhir ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial anak. Permulaan masa akhir kanak-kanak ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu Sekolah Dasar (SD). Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak, juga bagi anak yang telah pernah mengalami situasi pra-sekolah selama setahun. Sementara menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaan tidak seimbang; anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerja sama.

Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai dan perilaku dengan menjelang berakhirnya periode ini dan anak mempersiapkan diri, secara fisik dan psikologis, untuk memasuki masa remaja.

Tibanya akhir masa kanak-kanak dapat dengan tepat diketahui, tetapi  orang tidak dapat mengetahui secara tepat kapan periode ini akan berakhir, karena periode kematangan seksual yaitu kriteria yang digunakan untuk memisahkan masa kanak-kanak dengan masa remaja yang timbulnya tidak selalu pada waktu yang sama. Ini disebabkan perbedaan kematangan seksual anak laki-laki dan perempuan . ada anak yang mengalami masa kanak-kanak yang lebih dan ada pula yang lebih singkat.

  1. Pandangan Masa Kanak-Kanak Akhir

ü Pandangan Orang Tua

Bagi banyak orang tua akhir masa kanak-kanak itu merupakan :

Masa yang menyulitkan Suatu masa di mana anak tidak lagi mau mendengar dan tidak menuruti perintah orang tuanya dan lebih banyak dipengaruhi oleh teman sebaya mereka dibanding orang tua ataupun keluarga.

Masa yang tidak rapih (The dirty age) Suatu masa di mana anak tidak cenderung tidak memperdulikan dan ceroboh dalam penampilan, dan kamarnya sangat berantakan. Sekalipun ada peraturan yang ketat dalam keluarga, sang anak hanya mematuhi dalam beberapa aturan, kecuali si orang tua mengharuskannya ataupun memberikannya hukuman.

Masa bertengkar Suatu masa di mana banyak terjadi pertengkaran antar keluarga dan suasana rumah yang tidak menyenagkan bagi semua anggota keluarga. Dalam keluarga yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan sudah tak dapat dipungkiri jika anak laki-laki mengejek saudara perempuannya, suatu pola perilaku yang berasal hubungannya dengan teman-teman di luar rumah. Kalau anak perempuan membalas, terjadilah pertengkaran dalam bentuk ejek-ejekan atau serangan fisik. Pola perilaku ini banyak ditemukan dalam keluarga yang anaknya terdiri dari anak laki-laki dan anak perempuan.

ü Pandangan Para Pendidik/ Guru

Masa bersekolah Pada usia tersebut anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa; dan mempelajarai pelbagai keterampilan penting tertentu, bvaik keterampilan kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Masa kritis Para pendidik/Guru memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi. Suatu masa di mana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak sukses, atau sangat sukses. Sekali terbentuk, kebiasaan untuk bekerja di bawah, di atas atau sesuai dengan kemampuan cenderung menetap sampai dewasa. Telah dilaporkan bahwa tingkat perilaku berprestasi pada masa kanak-kanak mempunyai korelasi yang tinggi dengan perilaku berprestasi pada masa dewasa.

sumber
http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/06/kinemaster-pro/