Psikologi Behavioristik

  Psikologi Behavioristik

  Psikologi Behavioristik

  Psikologi Behavioristik

Dipopulerkan di Amerika oleh John Broadus Watson pada tahun 1878-1958. Behaviorisme artinya serba tingkah laku, psikologi behaviorisme adalah psikologi yang menekankan pada tingkah laku. Behaviorisme didasarkan pada ajaran materialisme. Psikologi ini mengalami perkembangan yang sangat pesat setelah Pavlov berhasil mengadakan eksperimen refleksi air liur pada anjing untuk menjelaskan teori belajar refleks bersyarat atau teori mengondisian klasik (Prewira, 2012).

  1. Prinsip Psikologi behaviorisme.

  2. B. Watson (1925) mengemukakan psikologi merupakan studi yang objektif terhadap tingkah laku manusia dan hewan. Menurutnya psikologi sepenuhnya bersifat objektif. Watson menganut determinisme lingkungan (environmentalism) yang merupakan pengaruh kuat dari paham empirisme di Amerika Serikat. Menurut Watson lingkungan sangat penting dibandingkan dengan faktor-faktor keturunan dalam membentuk tingkah laku. Watson juga berpendapat bahwa pengondisian merupakan kunci untuk memahami tingkah laku. Watson menegaskan tujuan psikologi behaviorisme dengan meramalkan desponsi dan mengendalikan tingkah laku manusia (dan hewan).

Menurut Watson (1925), kesadaran bukan masalah pokok penelitian sedangkan unit tingkah laku berupa refleks atau hubungan S-R. Tingkah laku tersusun atas unsur-unsur resposi dan dapat dianalisis secara tuntas dengan metode ilmiah objektif. Metode penting dalam psikologi behaviorisme adalah pengondisian. Ia menolak metode introspeksi sebagai metode untuk mempelajari atau meneliti tingkah laku. Sebab setiap respon mempunyai stimulus yang efektif dan setiap tingkah laku ada sebab-sebab tertentunya atau ada determinisme efektifnya.

Guthrie, seorang tokoh lain psikologi behaviorisme mengusulkan teori tingkah laku berdasarkan hukum tunggal. Guthrie (1952) mengatakan bahwa pada setiap respons yang timbul pada saat tertentu


pasti terhubung dengan unsur-unsur stimulus yang tampil pada saat itu juga. Dengan demikian respon juga terjadi saat itu.

Skinner (1938) menggunakan pendekatan objektif yang terkenal dengan nama operant conditioning (pengondisian operan). Pendekatan tersebut banyak berjasa dalam bidang praktik pendidikan.

  1. Sumbangan Sistem Psikologi Behaviorisme Dalam Pendidikan

Berikut ini adalah sumbangan sumbangan yang diberikan psikologi behaviorisme pada bidang pendidikan.

  1. Psikologi behaviorisme telah memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam perkembangan dunia pendidikan dalam hal belajar dan motivasi.
  2. Psikologi behaviorisme berhasil menyelesaikan perdebatan kontroversial antara pendekatan pendekatan mentalistik dan mekanistik terhadap tingkah laku manusia
  3. Psikologi behaviorisme banyak memberikan perhatian pada semua bidang psikologi, misalnya pada masalah emosi dan perilaku kanak-kanak
  4. Psikologi behaviorisme telah memberikan metode baru dalam pengejaran yang terkenal dengan belajar berprogram dan mencapai sukses diberbagai negara
  5. Psikologi behaviorisme memandang penting pada lingkungnan sekitar dan dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia
  6. Psikologi behaviorisme percaya bahwa semua perilaku dipelajari dalam proses interaksi yang konstan dengan lingkungan sekitarnya
  7. Psikologi behaviorisme telah mengembangkan metode baru dalam teknik-teknik pelayanan pada para penderita penyesuaian yang salah atau yang disebut dengan maladaptasi. Dengan demikian, psikologi behaviorisme tidak hanya bergerak dalam pendidikan anak-anak yang sehat mentalnya, tapi juga menangani anak-anak yang mengalami kelainan-kelainan mental (dibidang kesehatan mental dan bimbingan konseling).

sumber :

Monster Warlord v4.1.2 Apk for android