Perkembangan Kognitif

Perkembangan Kognitif

Berdasarkan teori piaget, pada usia 6-12 dikenal dengan tahap konkret operasional. Pemikiran konkret operasional melibatkan pemikiran operasional, kemampuan pengategorian, dan penalaran logis dalam konteks konkret atau bukan abstrak. Anak dapat bernalar secara logis mengenai kejadian-kejadian konkret dan mengelompokkan benda-benda dalam kategori yang berbeda-beda. Ketika anak-anak berusia di bawah 7 tahun diperlihatkan dua gelas lebar berisi air yang sama banyaknya, mereka akan dengan mudah memandang kedua gelas tersebut memiliki jumlah air yang sama banyaknya. Namun ketika air dalam salah satu gelas dituangkan ke dalam gelas yang sempit tinggi, mereka biasanya berpikir gelas tinggi berisi lebih banyak air karena itu lebih tinggi.

Anak di atas usia 7 tahun yang berada pada periode operasional konkret tidak tertipu oleh penampilan dengan cara ini. Menurut Piaget, anak-anak operasional konkret mampu menangani masalah konservasi karena pikiran mereka lebih decentered, yang berarti bahwa mereka bisa memikirkan lebih dari satu hal pada suatu waktu. Konservasi yakni keyakinan bahwa sifat tertentu dari suatu benda atau peristiwa cenderung menetap walau terjadi perubahan dangkal.

     Perkembangan Emosi-Sosial

Industry vs inferiority muncul kurang lebih pada usia 6 tahun hingga puber. Anak-anak dapat mencapai industry dengan menguasai pengetahuan dan keterampilan intelektual. Ketika mereka gagal menguasai hal tersebut, mereka akan merasa inferior. Pada akhir masa kanak-kanak, mereka akan siap untuk mengalihkan energi mereka untuk mempelajari kemampuan akademik. Bila tidak, mereka akan membangun rasa tidak mampu dan tidak produktif.

Tidak seperti pada waktu lainnya, anak-anak menjadi lebih antusias dibandingkan masa kanak-kanak awal yang dipenuhi imajinasi. Seiring dengan masuknya anak-anak ke usia sekolah dasar, mereka mengarahkan energi mereka untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan intelektual. Bahaya yang dihadapi pada tahap ini melibatkan perasaan tidak mampu dan tidak produktif.

Anak-anak memasuki periode ini memiliki hubungan yang dekat dengan orang tua mereka. Meskipun tetap penting hubungan dengan teman sebaya menjadi semakin signifikan selama periode tersebut. Sebelum usia 7 tahun, anak-anak memiliki persahabatan, tetapi mereka umumnya tidak bertahan lama dan biasanya tidak dekat. Setelah menginjak usia 7 tahun, persahabatan sebaya menjadi lebih penting untuk anak-anak dan cenderung bertahan lebih lama. Persahabatan kelompok atau teman dekat juga muncul selama tahap operasional konkret. persahabatan kebanyakan dengan anggota dari jenis kelamin yang sama, dan mereka yang lawan jenis pada umumnya “hanya teman” meskipun istilah pacar bebas digunakan, tapi tidak dalam arti dewasa.

  sumber :