Perbedaan antara infak zakat dan sedekah

Perbedaan antara infak zakat dan sedekah

Perbedaan antara infak zakat dan sedekah

Perbedaan antara infak zakat dan sedekah
Perbedaan antara infak zakat dan sedekah

Pengertian infak, zakat dan sedekah

Infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkah islam. Jika zakat ada nisabnya infak tidak menganal nisab. Jika zakat harus deberikan pada mustahik tertentu maka infak boleh diberikan kepada siapapun juga, misalnya untuk kedua orang tua, anak yatim , dan sebagainya. Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah apakah ia saat lapang maupun sempit.

Perbedaan antara infak zakat dan sedekah

infak = zakat = seekah ?

Sedangkan pengertian sedekah sama dengan pengertian infak , termasuk juga hukum dari ketentuan-ketentuannya. Hanya saja , jika infak berkaitan dengan materi, sedakah memiliki arti yang lebih luas. Menyangkut hal yang bersifat non material.

HR. muslim dari abu dzar, rasulullah menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedah dengan harta maka membaca tasbih , membaca takbir, membaca tahlil ,berhubungan suami istri dan melakukan kegiaan amar mua’ruf nahi mukar adalah sedekah

Berinfak adalah ciri utama orang yang beritakwa

(qs. Al-baqarah 3 dan ali imran : 134), ciri mukmin yang sungguh-sungguh imanya (Q.S al-anfal : 3-4) ciri mukmin yang mengharapkan keuntungan abadi (Q.S al-fatir : 29)

Negara idonesia moyoritas pendudnya muslim tetapi kenapa di Indonesia angka kemiskinan mencapai 34, 7 juta jiwa?

Jika kita analisis Negara kita ini, moyoritas penduduknya memeluk agama islam, tatapi kenapa kemiskinan masih meraja lela. Padahalkan islam mewajibakan kepada kita semua agar orang-orang lemah dan tidak berdaya itu dilindungi dan di pelihara kemanusiaan dan kehormatnnya. Untuk maksud inilah alah melalui barbagai ayat al-qura’an memerintahkan kepada kita yang berkecukupan yang memiliki uang lebih agar mengeluarkan sebahagian hartanya kepada orang yang lebih membutuhkan , hal ini jelaskan di fardukan dalam rukun islam yang ke 3 berupa zakat.

Jika kita perhatikan dari kejahatan di Indonesia, pelaku kejahatan yang terjadi di tengah masyrakat rata-rata disebabkan oleh kemiskinan, himpitan ekomoni karna meraka terpaksa melakukan hal tersebut untuk memuhi kebutuhan pokoknya.

Kita ambil contohnya saja dari seseorang yang sudah merasa lapar dan ia belum makan sampai sore, seketika itu ia melihat ada warung nasi, apakah reaksi yang paling memungkin kan terjadi? Tentu saja persentasi yang lebih tinggi akan pada hal-hal dosa dan melanggar dari aturan yang ada.
Jika begini siapa yang kita salahkan?

Apakah si lapar atau kah si kaya? Bila sudah begini, di khawatirkan orang-orang kaya sendiri yang akan menjadi korban kejahatan mereka

Sayid sabiq , ulama kontemporer mesir mengatakan “ suatu jamaah yang di dalamnya kemiskinan tersebar luas dan taring-taring menggigit, maka akan berkobarlah di sana permusuhan dan kebencian, sehingga akan tergoncang eksistensi umat Karena ganguan yang merajelela dan ramailah aliran-aliran ekstrim “

islam sendiri telah menekankan secara tegas bahwa factor utama dari kesenjangan dan kecemburuan sosial adalah akibat adanya jurang permisah antara si kaya dan si miskin

Nah, semoga artikel yang singakat ini dapat menambah wawasan dan dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada allah.swt. sampai jumpa lagi pada artikel islami lainya.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html