Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali

Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali

Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali

Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali
Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali

Harta mitsli

“Harta yang memiliki persamaan atau kesetaraan di pasar, tidak ada perbedaan pada bagian-bagiannya atau kesatuannya, yaitu perbedaan atau kekurangan yang biasa terjadi dalam aktivitas ekonomi.”
Harta mitsli terbagai atas empat bagian, yaitu harta yang ditakar, seperti gandum, harta yang ditimbang, seperti kapas dan besi, harta yang dihitung, seperti telur, dan harta yang dijual dengan meter, seperti pakaian, papan dan lain-lain.

Harta Qimi

“Harta yang tidak mempunyai persamaan di pasar atau mempunyai persamaan, tetapi ada perbedaan menurut kebiasaan antara kesatuannya pada nilai, seperti binatang dan pohon.”

Faedah Pembagian

Di antara faedah pembagian kepada mitsli dan qimi, antara lain :
a. Menurut ulama Hanafiyah, pada harta qimi tidak terjadi riba jika ada tambahan sebab harta qimi tidak ditimbang, seperti dibolehkan menjual satu kambing dengan dua kambing. Adapun tambahan pada harta mitsli dipandang riba. Untuk lebih jelas akan dibahas pada bab rika.
b. Jika seseorang merusakkan harta mitsli, ia bertanggung jawab atas kerusakan tersebut dan harus menggantinya dengan harta yang sama dan sempurna, atau mendekati barang yang rusak. Adapun pada harta qimi, orang yang merusaknya dicukupkan mengganti dengan harta yang senilai dengan harta yang dirusak tersebut.

Harta Istihlaki dan Isti’mali

Harta istihlaki adalah “Harta yang dapat diambil manfaatnya dengan merusak zatnya.”
Di antara contoh harta istihlaki adalah macam-macam makanan, minuman, kayu bakar, kertas, uang dan lain-lain. Semua harta tersebut, kecuali dengan merusak zatnya, dapat diambil manfaatnya. Maksud kerusakan pada uang saku adalah menghabiskan dari pemiliknya. Dengan demikian, meskipun menurut zahir uang tersebut tidak rusak pada hakikatnya rusak, sebab pemilik tidak mungkin memanfaatkan uang tersebut tanpa membelanjakannya.

Harta Isti’mal adalah : “Harta yang dapat diambil manfaatnya, sedangkan zatnya tetap (tidak berubah).”
Di antara contoh harta isti’mal adalah rumah, tempat tidur, pakaian, buku, dan lain-lain.
Apabila zat harta hilang ketika pertama kali dimanfaatkan, harta tersebut dinamakan harta istihlaki. Sebaliknya, jika zatnya tetap ada, dinamakan harta isti’mali.

Faedah Pembagian

Dalam aktivitas ekonomi, harta istihlaki digunakan pada berbagai macam akad yang dimaksudkan untuk merusaknya., seperti qirad dan meminjamkan makanan.
Adapun harta isti’mali digunakan dalam beragam akad yang bertujuan untuk memakai harta tersebut, bukan untuk merusaknya, seperti sewa-menyewa dan pinjam-meminjam.
Namun demikian, ada juga akad yang tujuannya bukan hanya untuk merusak atau memakainya saja, tetapi untuk keduanya, seperti jual-beli.

Baca Juga: