Pengolahan Kopi

Table of Contents

Pengolahan Kopi

Jenis kopi yang ditanam di desa sandar angin adalah jenis kopi robusta. Buah kopi mulai masak kira-kira bulan April/Mei hingga September/Oktober. Pada prinsipnya pengolahan kopi bertujuan memisahkan biji kopi dari daging buah, kulit tandung, dan kulit ari. Secara garis besar terdapat dua cara pengolahan kopi, yaitu pengolahan kopi kering dan pengolahan kopi basah. Di perkebunan-perkebunan besar, kopi biasanya diolah secara basah, sebaliknya sebagian besar kopi rakyat diolah secara kering.

Buah kopi dipetik dari batangnya setelah tanaman berumur kurang lebih 3 tahun. Lalu dijemur hingga kering. Pengeringan dapat dilakukan melalui panas matahari, dan mesin pengering. Bagi pengering kopi berkapasitas kecil sebaiknya pengeringan dilakukan dengan penjemuran di atas tikar atau plastik. Lama penjemuran memakan waktu 2 – 3 minggu.

Pengolahan biji kopi merupakan salah satu bagian usaha yang dikembangkan pada pondok pesantren ini. Pengolahan kopi yang dilakukan pada pondok pesantren ini meliputi:

  1. Sortasi

Tahap sortasi bertujuan untuk memisahkan kopi merah dengan kopi yang hampa dan yang terserang bubuk. Sortasi yang dilakukan merupakan sortasi basah berdasarkan beda berat jenis. Biji kopi yang dipakai merupakan biji kopi yang memiliki berat jenis yang baik, ditunjukkan dengan tenggelamnya biji kopi di dalam air pada bak sortasi.

  1. Pengupasan Kulit

Tahap ini bertujuan untuk melepaskan kulit buah dari kulit tanduk dan biji kopi. Pengupasan kulit ini dapat dilakukan dengan alat Vis Pulper dan Raung Pulper. Pengupasan kulit dilakukan oleh  pisau yang berputar dengan kecepatan tertentu.

  1. Pengeringan

Bertujuan untuk mengurangi kadar air kopi sehingga aman untuk disimpan, kadar air optimal 10-13%. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara penjemuran atau dengan pengeringan mekanis (Vis Dryer). Secara mekanis dilakukan dengan dua tahap pengeringan, yaitu tahap I dengan suhu 100oC dan tahap II dengan suhu 50-60oC

sumber :