Pengertian dan pentingnya keluarga

Pengertian dan pentingnya keluarga

Keluarga adalah tempat perkembangan awal seorang anak, sejak saat kelahirannya hingga dewasa. Untuk mencapai perkembangannya seorang anak membutuhkan kasih sayang, perhatian dan rasa aman untuk berlindung dari orangtuanya. Keluarga merupakan dunia keakraban seorang anak. Pengenalan didalam keluarga memungkinkan seorang anak untuk mengenal dunia disekeliling jauh lebih baik. Hubungan diluar keluarga memungkinkan efektifitasnya karena pengalaman dalam keluarga. Keluarga adalah tempat pemupukan dan pendidikan untuk hidup bermasyarakat, bergaul, dan bernegara. Keluarga menjadi tempat pembentukan otonom. keluarga menjadi tempat bersandar, membagikan beban masalah, kebahagiaan, mematangkan segi emosional. Dalam keluarga terealisasikan makna kebersamaan solidaritas, cinta kasih, pengertian, dsb. Bila interaksi sosial didalam kelompok karna beberapa sebab tidak lancar kemungkinan besar interaksi sosialnya dengan masyarakat pada umumnya juga akan berlangsung tidak wajar.

2.     Peran orangtua dalam pergaulan anak

Para remaja punya standart sendiri dalam menilai pergaulan yang mereka dapat dari berbagai informasi yang begitu mudah didapat. Sayangnya informasi pergaulan tersebut tidak mengindahkan moral para remaja, namun malah menjadikan mereka seolah-olah bagai Raja yang tidak akan bisa diganggu oleh siapapun juga.
Hal ini diperparah oleh sikap orang tua yang merasa tidak perlu lagi mengawasi anak yang dirasa sudah mulai dewasa. Padahal masa remaja inilah, masa yang paling rawan dalam pembentukan karakter pada masa yang akan datang. Oleh karna itu, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam pergaulan anak. Peran orangtua yang seperti apa? Peran dimana orangtua memantau dan ikut aktif dalam proses pergaulan si anak. Misalnya menjadi teman sharing, update dengan pergaulan dan permainan anak, dan yang terpenting tidak mengekang anak. Karena, jika orangtua mengekang anak dalam suatu pergaulan peluang anak itu memberontak sangatlah besar. Jadi, ajaklah anak berfikir dan berkomunikasi agar ia tau mana pergaulan yang baik atau yang buruk. Saat saat inilah peran orangtua dibutuhkan dalam perkembangan anak, dengan cara yang baik dan benar maka pergaulannya dapat dikontrol dan dipantau, tidak lepas kendali dan terarahkan.
3.     Solusi untuk perilaku menyimpang anak akibat orangtua
Perilaku menyimpang dalam istilah Psikologi sering disebut dengan Disrupitve Behavior
Ada tiga macam perilaku yang termasuk dalam Disruptive Behavior Disorder, yaitu:
·        Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)
Kurangnya konsentrasi pada diri anak(tidak bisa diam, mengganggu orang lain, dan sangat aktif)
·        Conduct disorder
Perilaku ini adalah perilaku yang melatar belakangi seorang anak memiliki perilaku kekrasan, kriminalitas atau kenakalan. Perilaku ini meliputi sering menyakiti orang lain dan tidak menghargai oranglain.
·        Oppositional Defiant disorder
Sikap pemusuhan dan kemampuan beragumentasi tentang apa pendapat dan apa yang dilakukan. Biasanya pada anak laki laki usia 8-12 tahun. Mengalami gangguan suasana perasaan ataupun gangguan kepribadian pasif-agresif.
sumber :