Pendidikan Islam dalam Periode Pertengahan (1250-1800 M)

 Pendidikan Islam dalam Periode Pertengahan (1250-1800 M)

Islam dalam periode pertengahan dapt dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Zaman kemunduran

      Zaman ini berlangsung sekitar 250 tahun. Kemunduran ini di awali dengan hancurnya baghdad oleh hulaqohan. Dia membunuh semua keluarga khalifah, tetapi untunglah salah satu seorang anak khalifah Abasyyah bisa melarikan diri kemesir, lalu diangkat oleh sultan Mahluk menjadi khalifah yang berkedudukan di kota kairo.

      Dengan demikian ibu kota alam islam berpindah ke Kairo, Mesir. Begitu juga pusat pendidikan pengajaran ke Kairo ke Al-Jami, Al-Azhar, sistem pengajaran saat itu ialah dengan menghafal matan-matan.

  1. Zaman tiga kerajaan besar

      Kerajaan besar yang dimaksud adalah kerajaan Usmani di Turki (1290-1924 M), kerajaan Safawi di Persia (1501-1736 M), dan kerajaan Maghon di India (1526-1858 M).

      Pada kerajaan Usmani pendidikan mengalami kemunduran. Karena di sebabkan banyaknya para ulama dan guru-guru yang hanya mempelajari kaidah-kaidah ilmu agama dan bahasa arab, serta sedikit sekali mempelajari ilmu berhitung dan ilmu miqat. Mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan ilmiah di Eropa. Demikianlah keadaan pendidikan pada masa kerajaan Usmani sampai jatuhnya sultan yang terakhir.

Sepanjang sejarah Islam Persia di kenal sebagai bangsa yang telah beradaban tinggi dan berjasa mengembangkan Ilmu pengetahuan. Sepeninggal raja Abbas I kondisi kerajaan Safawi tidak menunjukan grafik kenaikan dan berkembang, tetapi justru memperlihatkan kemunduran yang akhirnya membawa kehancuran. Dan berakhir pula ilmu pengetahuan di kerajaan Safawi di Persia

Ilmu pengetahuan di kerajaan Mughol di India antara lain kebahasaan Akbar Syah, yakni telah menjadikan tiga bahasa sebagai bahasa Nasional, yaitu bahasa arab sebagai bahasa agama, bahasa Turki sebagai bahasa bangsawan dn bahsa persia sebagai bahsa istana dan kesusastraan. Di bidang filsafat cukup maju dan satu di antara tokohnya adalah Akbar Syah, sementara ahli Tassawuf yang terkenal pada masa itu adalah Mubarok,Abdul Faidhl, dan Abul Fadl.

  1. Periode Modern (1800 M- Sampai Sekarang)

            Periode ini merupakan zaman kebangkitan Islam. Ekspedisi Napoleon di Mesir, membuka mata dunia  Islam, akan kemunduran umat Islam di samping kemajuan barat, raja dan pemuka-pemuka Islam mulai berfikir untuk mengembalikan kejayaan umat Islam.

            Dengan demikian timbulnya apa yang di sebut pemikiran dan aliran pembeharuan atau modernisasi dalam Islam. Pemuka-pemuka Islam mengeluarkan pemikiran-pemikiran untuk untuk membuat Islam kembali maju. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Ali Basyah setelah menguasai Mesir tahun 1805 M. Beliau membangun Al-Azhar kembali dan menghidupkan semangat para ulama dan belajar yang sebelumnya hampir menghilang. Beliau mengirim para ulama ke eropa untuk belajar ilmu kedokteran, ilmu teknik, kalam dll.

baca jgua :