Pemkot Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan-RB

Pemkot Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan-RB

Pemkot Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan-RB

Pemkot Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan-RB
Pemkot Perjuangkan Nasib Guru Honorer ke Kemenpan-RB

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan siap memperjuangkan nasib para guru honorer

yang menginginkan adanya pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal tersebut diungkapkan Bima di sela Halal Bihalal bersama Forum Komunikasi Honorer Kategori 2 (FKHK2) di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor pada Sabtu (14/7).

Pada kegiatan yang dihadiri 325 honorer K2 yang terdiri dari guru, Staf TU dan Penjaga Sekolah itu, Ketua FKHK2 Ade Ismail menyampaikan aspirasinya kepada Bima agar Honorer semakin diperhatikan kesejahteraannya. Pasalnya saat ini gaji honorer masih di bawah Rp 1 juta atau paling besar hanya Rp 800 ribu. Sementara gaji tenaga kebersihan sudah ada di angka Rp 1,8 juta. “Gaji honorer itu kan dari dana BOS. Kadang menerima gajinya tiga bulan sekali,” ujarnya.

Ade sangat berharap di kepemimpinan Bima Arya ini dapat lebih memperhatikan honorer K2.

Mengingat banyak dari tenaga honorer ini sudah mengabdikan diri belasan tahun dan bahkan sudah ada yang berusia 50 tahun ke atas. “Harapannya agar ke depan semua honorer bisa diangkat menjadi PNS, mendapatkan gaji yang layak agar bisa lebih sejahtera. Kalau pengangkatan CPNS memang terkendala dari pusat yang belum membuka. Tapi kami berharap sambil menunggu pengangkatan ada SK dari walikota untuk kami agar kami bisa mengikuti sertifikasi,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Fahrudin mengatakan, pihaknya juga sangat berharap

seluruh honorer K2 yang ada di Kota Bogor sekitar 400 orang dapat menjadi PNS. Pasalnya Kota Bogor memang kekurangan 800 guru. “Kalau semuanya diangkat jadi PNS pun, kita masih kekurangan 400 orang,” ujarnya.

 

Baca Juga :