Pemeliharaan

Pemeliharaan

2.4.1.      Penyulaman

Tanaman yang tidak tumbuh subur atau mati harus segera disulam dengan bibit yang baru. Pemeriksaan terhadap tanaman kopi yang sudah ditanam bisa dilakukan dengan jadwal sebagai berikut:

  1. a)Selama dua minggu setelah tanam, kebun diperiksa dua kali per minggu
  2. b)Tanaman berumur 2-4 minggu, diperiksa satu kali per minggu
  3. c)Setelah enam bulan berikutnya, kebun diperiksa satu kali per bulan

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan bibit yang perlu disulam, maka penyulaman harus segera dilakukan. Bibit yang digunakan untuk menyulam adalah bibbit cadangan yang sudah disiapkan sebelumnya (Najiati dan Danarti, 1990:93)

2.4.2.      Penyiangan

Dalam pemeliharaan tanaman kopi di kebun tentunya harus dilakukan perawatan yang intensif, seperti halnya kegiatan penyiangan yang merupakan kegiatan pemeliharaan menyingkirkan ataupun mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan gulma-gulma yang terdapat disekitar tanaman kopi. Gulma tersebut disingkirkan karena dianggap sebagai pengganggu tanaman kopi dalam menyerap unsur hara, dengan kata lain gulma merupakan tumbuhan yang pertumbuhannya tidak inginkan untuk itu gulma harus diberantas khususnya di sekitar kanopi tanaman kopi. Selain itu penyiangan bertujuan dalam memudahkan tindakan pemeliharaan seperti pemupukan, pemangkasan dan pemanenan.

Kegiatan penyiangan ini dapat dilakukan dengan berbagai metode yang meliputi metode manual,teknis dan kimia. Metode metode yang akan digunakan haruslah diiringi dengan kondisi kebun, jika pertumbuhan gulma sudah banyak di kebun bisa digunakan metode dengan cara kimia, tetapi jika pertumbuhan gulma hanya sedikit maka dapat digunakan metode manual dan teknis. Rotasi penyianganpun dilakukan berdasarkan kondisi pertumbuhan gulma yang terdapat di dalam kebun, jika perkembangannya pesat maka penyiangan harus dilakukan secara rutin.

2.4.3.      Pemupukan

  1. Pemupukan pada tanaman belum menghasilkan (TBM)

Pada stadia TBM yaitu pada umur 1 sampai dengan 2 tahun, kopi sudah memer-lukan seluruh unsur hara untuk pertumbuhan vegetatifnya meliputi N, P, K dan Mg, seperti tertera pada Tabel 1 dengan penggunaan dua opsi jenis pupuk yaitu pupuk-pupuk tunggal atau pupuk majemuk.

 

Sumber :

https://businessnews.id/rolling-yarn-apk/