MEMAHAMI POTENSI DIRI SEBAGAI TITIK TOLAK

MEMAHAMI POTENSI DIRI SEBAGAI TITIK TOLAK

MEMAHAMI POTENSI DIRI SEBAGAI TITIK TOLAK

MEMAHAMI POTENSI DIRI SEBAGAI TITIK TOLAK
MEMAHAMI POTENSI DIRI SEBAGAI TITIK TOLAK

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna.

Manusia diberi kemampuan lebih dibanding makhluk lain. Kelebihan dan keunggulan manusia dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lain dikarenakan, manusia dikarunia hati nurani yang dapat membedakan hal yang benar dan hal yang salah, akal pikiran (otak), kesempurnaan fisik sehingga mampu dikembangkan menjadi suatu prestasi, dan manusia dikarunia juga sifat kebersamaan.

Kemampuan dan kesempurnaan yang diberikan Tuhan

kepada manusia tidak akan dapat berkembang secara optimal tanpa adanya suatu kerja keras. Potensi yang ada pada diri perlu digali dan dikembangkan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. Potensi diri tidak akan terlihat tanpa adanya prestasi. Slamet Wiyono (2006: 37) mengatakan bahwa potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang masih terpendam di dalam dirinya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.

Setiap manusia satu dengan yang lain memilki potensi yang berbeda-beda. Ada yang berpotensi pada otaknya, ada yang berpotensi pada fisiknya, ada yang berpotensi pada emosinya dan ada juga yang berpotesi pada hatinya (spiritual). Jika kita membahas tentang potensi manusia, tentu akan sangat luas cakupannya, karena setiap yang melekat pada diri manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

Berbagai penelitian telah dilakukan oleh para ahli untuk membahas tentang potensi diri manusia. Dari hasil penelitian tersebut muncul istilah yang sering kita dengar, diantanya adalah potensi intelektual (IQ), potensi emosi (EQ), potensi fisik (PQ) dan potensi spiritual (SQ) yang melekat dalam diri manusia. Dikatakan juga bahwa kesuksesan hidup seseorang tidak bisa ditentukan oleh salah satu potensi saja, melainkan ditentukan oleh keempat jenis potensi (4Q) tersebut yang dilatih dan dikembangkan secara seimbang. Seperti yang kemukakan oleh Raja Bambang (2010: 5) bahwa kita harus hidup dengan menerapkan 4Q secara simultaneous,balanced, and proporsional untuk merajut kesuksesan didunia dan akhirat, for life and after life.

Yang jadi pertanyaan apakah kita sudah memahami benar tentang potensi yang kita miliki tersebut? Mendengar pertanyaan tersebut saya yakin jawabannya akan beragam. Kita kembalikan saja pada diri kita masing-masing, sudahkan kita memahami potensi diri kita secara seimbang. Kalau jawababnya belum, mari dari sekarang kita berusaha untuk memahaminya.

Mamahami potensi diri adalah hal yang sangat penting sebagai titik tolak pertama dalam meraih sebuah cita-cita. Mengapa bisa demikian? Pertama, kesempataan biasanya begitu cepat diraih oleh orang-orang yang memahami potensi dirinya secara baik. Kedua, bagaimana mungkin kita bisa sukses dalam cita-cita jika kita tidak mengetahui kelebihan dan kemampuan yang kita milki. Memang bisa saja seseorang memperoleh kesuksesan meskipun Ia tidak memahami kemampuannya, mungkin karena warisan, nepotisme, suap atau jalan pintas lainnya, namun saya yakin kesuksesan tersebut tidak akan pernah bertahan lama. Ketiga, Persaingan hidup yang semakin ketat dan komplek. Kehidupan yang terus terpacu oleh waktu, mamaksa manusia suka atau tidak suka terlibat didalamnya tertinggal akan mati itu mungkin istilah yang ekstrim untuk menerjemahkan kondisi saat ini. Jika kita hanya menjadi penonton bisa kita bayangkan bagaimana masa depan kita nanti (Endra K, 2004).

Mengingat betapa pentingnya memahami potensi diri dalam menggapai sebuah impian dan cita-cita, maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi diri menjadi sebuah prestasi yang membanggakan. Menurut Endra K (2004) ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan yaitu jadi diri sendiri, kumpulkan referensi dan informasi, temukan pemandu/pelatih, pelajari kehidupan orang lain, manfaatkan berbagai kesempatan yang datang, lingkungan, jaringan, ajarilah orang lain dan jangan cepat berpuas.

1. Jadi diri sendiri

Diri kita adalah kita dengan segala potensi dan keunikan yang kita miliki. Setiap orang memilki cirri dan karakteristik yang berbeda-beda meskipun kembar siam. Tentu kita sangat tidak senang jika kita dibandingkan dengan orang lain. Dengan menjadi diri sendiri hidup kita akan lebih tenang tanpa kita terbayang-bayang oleh kesuksesan atau kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Menjadi diri sendiri memang tidak mudah, maka untuk bisa menjadi diri sendiri hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah mensyukuri apa yang kita miliki saat ini, sebagai anugrah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Pemberi.

2. Kumpulkan referensi dan informasi

Saat ini kita hidup diabat informasi, bisa dikatakan bahwa orang yang menguasai dan memperoleh informasi dengan baik, maka Ia memiliki kesempatan sukses yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang minim informasi. Maka dari itu kita harus senantiasa mengupdate informasi dari berbagai sumber, sebagai salah satu modal untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/materi-contoh-soal-teks-eksplanasi/