KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Berkomunikasi antarpribadi atau secara ringkas berkomunikasi merupakan keharusan bagi manusia. Manusia membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamamnya. Selain itu ada sejumlah kebutuhan dalam diri manusia yang hanya dapat dipuaskan lewat komunikasi dengan sesamanya (Supratiknya, 1995).

Komunikasi antar pribadi merupakan salah satu bentuk komunikasi. Komunikasi Antar Pribadi sebenarnya merupakan satu proses sosial dimana orang-orang yag terlibat didalamnya saling mempengaruhi. Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi. Komunikasi antar pribadi dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, perilaku, atau pendapat seseorang, karena sifatnya dialogis, berupa percakapan. Komunikator bisa mengetahui tanggapan dari komunikan saat itu juga. Oleh karena itu penting bagi kita menjadi terampil berkomunikasi.

 

1.1 Pengertian Komunikasi

Komunikasi mengandung makna bersama-sama (common). Istilah kominikasi atau communication berasal dari bahasa laitin yaitu commnicatio yang berate pemberitahuan atau pertukaran.

Menurut Wiryanto (2004: 5-7) para ahli mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang mereka masing-masing. Masing-masing pendapat ahli tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1)      Sarah trenholm dan Arthur Jensen (1996)

Kominikasi adalah “A process by which a source transmits a massage to a receiver throught some channel. (Komunikasi adalah suatu proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.

2)      Hoveland (1984)

Mendefinisikan komunikasi demikian “The process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (ussualy verbal symbol) to modify, the beaviour of other individu”. (Kominikasi adalah proses di mana individu mentransmisikan stimulus untuk mengubah perilaku individu yang lain.

3)      Gode (1969)

Memberi pengertian komikasi sebagai berikut: “It is a process that makes common to or several what was the monolopy of one or some”. (Kominikasi adalah suatu proses yang membuat kebersamaan bagi dua orang atau lebih yang semula monopoli oleh satu atau beberapa orang.

4)      Raymond S. Ross (1983)

Mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses menyortir, memilih, dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa, sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respon dari pikirannya yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.

5)      Everett M. Rogers dan Lawrence Kincaid (1981)

Menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau nelakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.

6)      Bernard Berelson dan Gery A. Stainer (1964)

Komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, ketrampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol dan sebagainya.

7)      Shanon dan Weaver (1949)

Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan seni dan teknologi.

Alo Liliwari mengemukakan (2002: 5) komunikasi dapat membuat orang mengambil bagian untuk member dan mengalaihkan informasi sebagai berita atau gagasan, berarti kegiatan untuk menyebarkan informasi, mengatur kebersamaan, membuat dan menangani komunikasi, menghubunhkan, berarti ruang, mengambil bagian dalam kebersamaan. Definisi-definisi ini membantu kita memahami dan mendiskusikan bagi sebuah pertukaran informasi. Bahkan komunikasi merupakan langkah untuk memahami dan menganalisis keterlibatan kita dalam komunikasi manusia. Disamping itupun kita dapat memandang komunikasi sebagai suatu proses, aktivitas simbolis, dan pertukaran makna manusia.

Sedangkan De Vito (1997: 236) menjelaskan bahwa komunikasi antar pribadi atau komunikasi interpersonal adalah: “The Process of sending and receiving between two person or among a small group of person, with some effect and some immediate feed back”.(Proses pengiriman dan penerimaan di antara dua orang atau sekelompok kecil dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.

 

1.2  Arti Penting Komunikasi

Komunikasi antarpribadi sangat penting bagi kebahagiaan hidup kita. Johnson (dalam Supratiknya, 1995: 9-10) menunjukkan beberapa peranan yang disumbangkan oleh komunikasi antarpribadi dalam rangka menciptakan kebahagiaan hidup manusia.

Pertama, komunikasi antar pribadi membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. Perkembangan sejak masa bayi sampai masa dewasa mengikuti pola semakin meluasnya ketergantungan kita kepada orang lain. Diawali dengan ketergantungan atau komunikasi yang intensif dengan ibu pada masa bayi, lingkran ketergantungan atau komunikasi itu menjadi semain luas dengan bertambahnya usia kita. Bersamaan dengan itu perkembangan intelaktual dan sosial kita sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi kita dengan orang lain.

Kedua, identitas atau jati diri kita terbntuk lewat dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain. Selama berkomunikasi dengan orang lain secara sadar maupun tidak sadar kita mengamati, memperhatikan dan mencatat dalam hati semua tanggapan yang diberikan oleh orang lain terhadap diri kita. Kita menjadi tahu bagaimana pandangan orang lain itu tentang diri kita. Berkat pertolongan komunikasi dengan orang lain kita menemukan diri yaitu mengetahui siapa diri kita sebenarnya.

Ketiga, dalam rangka memahami realitas disekeliling kita serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang kita miliki tentang dunia si sekitar kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. Tentu saja pembandingan sosial (Social Comparison) semacam itu hanya dapat kita lakukan lewat komunikasi dengan orang lain.

 

Keempat, kesehatan mental kita sebagian besar

juga ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang lain, lebih-ebih orang yang merupakan tokoh-tokoh signifikan dalam hidup kita. Bila hubungan kita dengan orang lain dilipiti masalah, maka tentu kita akan menderita, merasa sedih, cemas dan frustasi. Bila kemudian kita menarik diri dan menghindar dari orang lain, maka rasa sepi dan terasing yang kita alami pun tentu akan menimbilkan penderitaan, bukan hanya penderitaan emosional atau batin bahkan mengkin juga penderitaan fisik.

Baca Juga :