Kemunduran dan Akhir Daulah Fatimiyah

Kemunduran dan Akhir Daulah Fatimiyah

Kemunduran dan Akhir Daulah Fatimiyah

Kemunduran dan Akhir Daulah Fatimiyah
Kemunduran dan Akhir Daulah Fatimiyah

Setelah meninggal al-Aziz diganti oleh al-Hakim

yang banyak melakukan kerusakan, yaitu membunuh sejumlah menteri, merusak gereja suci di Palestina pada tahun 1009 M, yang menjadi salah satu memicu perang salib, dan ia mengaku sebagai inkarnasi Tuhan dan akhirnya ia mati dibunuh atas konspirasi Sitt al-Mulk dengan Muqattam. Setelah meninggal al-Hakim diganti oleh putranya Abu Hasan Ali al-Zhahir, dan ia meninggal karena sakit. Penggantinya adalah Abu Tamim Ma’ad al-Muntansir. Pada saat yang bersamaan, Palestina berontak dan Saljuk berhasil menguasai Asia Barat, Provinsi-provinsi di Afrika menolak membayar pajak dan mengatakan lepas dari Fatimiyah atas dukungan Daulah Bani Abbas. Tripoli dan Tunisia dikuasai oleh suku Hilal dan Sulaim, dan Sicilia dikuasai oleh bangsa Normandia.

Keadaan Fatimiyah diperparah lagi oleh peristiwa alam. Wabah penyakit dan kemarau panjang sehingga sungai Nil kering, menjadi sebab perang saudara. Setelah meninggal Abu Tamim Ma’ad al-Muntansir diganti oleh anaknya al-Musta’li, akan tetapi Nizar anak Abu Tamim Ma’ad al-Muntansir yang tertua melarikan diri ke Iskandariyah dan menyatakan diri sebagai khalifah. Oleh karena itu, Fatimiyah terpecah menjadi dua, yaitu Nizari dan Musta’li. Pada masa al-Musta’li pasukan salib melakukan serangan sehingga menguasai Antokia hingga Bait al-Maqdis. Setelah wafat, al-Musta’li diganti oleh al-Amir. Al-Amir meninggal karena dibunuh oleh kelompok Bathiniyah, dan diganti oleh al-Hafizh dan setelah meninggal dunia, al-Hafizh diganti oleh az-Zafir.

Karena tentara salib begitu tangguh, az-Zafir meminta bantuan kepada Nuruddin al-Zanki (Gubernur Suriah di bawah khalifah Abbasiyah Baghdad). Nuruddin al-Zanki mengirim pasukan di bawah pimpinan Syirkuh dan Shalahuddin al-Ayubi. Setelah berhasil mengalahkan pasukan salib, pasukan Nuruddin al-Zanki kembali ke Suriah. Akan tetapi, sepeninggal pasukan tersebut terdapat konflik internal, yaitu Syawar mengundang tentara salib ke Mesir karena ia ingin memperoleh jabatan wazir. Akhirnya, pasukan Nuruddin al-Zanki yang dipimpin oleh Syirkuh datang kembali ke Mesir. Syawar ditangkap dan kepalanya dipenggal atas perintah Daulah Fatimiyah. Syirkuh akhirnya diangkat menjadi wazir oleh Fatimiyah, tiga bulan kemudian Syirkuh wafat, dan diganti oleh kemenakannya yaitu Shalahuddin al-Ayubi. Pada tanggal 10 Muharram 1171 M, khalifah al-Adid wafat dan kekuasaannya berpindah ke tangan Shalahuddin al-Ayubi.

Baca Juga: