Hadis-Hadis Tentang Khiyar

Hadis-Hadis Tentang Khiyar

Hadis-Hadis Tentang Khiyar

Hadis-Hadis Tentang Khiyar

Hadits Pertama

عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ :« إِذَا تَبَايَعَ الرَّجُلَانِ فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِالْحِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا وَ كَانَا جَمِيْعًا أَوْ يُخَيِّرْ أَحَدُهُمَا الاۤخَرَ, فَإِنْ خَيَّرَ أَحَدُهُمَا الْاۤخَرَ فَتَبَايَعَا عَلَى ذَلِكَ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ, وَإِنْ تَفَرَّقَا بَعْدَ أَنْ تَبَايَعَا وَلَمْ يَتْرُكْ وَاحِدٌ مِنْهُمَا الْبَيْعَ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ.
Artinya:

Ibnu Umar ra. Menceritakan bahwa Rasulullah SAW. Bersabda, “Jika dua orang berjual beli, maka masing-masingnya berhak khiyar, selama belum berpisah dan masih bersama-sama, atau salah seorang mereka membolehkan khiyar atas yang seorang. Jika salah seorang mereka pada mulanya menentukan hak khiyar atas yang lain, lalu mereka berjual atas dasar itu, maka jual belinya berlangsung. Tapi, jika keduanya telah berpisah sesudah berjual beli dan tidak seorang pun dari mereka meninggalkan barang yang diperjual belikan itu di tempat berjual beli, maka berjual belinya berlangsung (jadi).

Hadits Kedua

وَعَنْ عَمْرِ وبْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « الْبَائِعُ وَالْمُبْتَاعُ بِالْخِيَارِ حَتَّى يَتَفَرَّقَا, إِلاَّ أَنْ تَكُوْنَ صَفْقَةَ خِيَارٍ, وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يُفَارِقَهُ خَشْيَةَ أَنْ يَسْتَقِيْلَهُ » رُوَاهُ الْخَمْسَةُ إِلاَّ ابْنَ مَاجَهْ, وَرَوَاهُ الدَّارَ قُطْنِيُّ وَابْنُ خُزَيْمَةَ وَابْنُ الْجَارُوْدِ. وَفِي رِوَايَةٍ: « حَتَّى يَتَفَرَّقَا عَنْ مَكَانِهِمَا ».
Artinya:
Amar bin Syu’aib dan neneknya ra. menceritakan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Penjual dan pembeli sama berhak khiyar, sehingga keduanya berpisah, kecuali jika ada perjanjian boleh khiyar, dan tidak halal keduanya berpisah, karena takut akan terjadi iqalah (tuntutan diurungkan)”. Dalam riwayat lain, sebelum berpisah dari majlis atau tempat mereka mengadakan jual beli.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/doa-sebelum-belajar/

Hadits Ketiga

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: ذَكَرَ رَجُلٌ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ يُخْدَعُ فِي الْبُيُوْعِ, فَقَالَ: « إِذَا بَايَعْتَ فَقُلْ: لاَ خِلاَبَةَ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya:
Ibnu Umar ra. Menceritakan bahwa ada seorang laki-laki melaporkan kepada Rasulullah SAW. bahwa ia ditipu orang berjual-beli. Beliau menjawab: jika engkau berjual beli, maka ucapkanlah kepadanya “jangan menipu sedikit pun”.

Kesimpulan Dari Beberapa Hadis Di Atas

Pada hadis pertama dan kedua, memberikan kesimpulan apabila jika terjadi jual beli padahal pembeli dan penjual masih ditempat berjual beli, maka masih boleh melakukan khiyar dari masing-masing, yaitu jual belinya diurungkan atau dibatalkan. Jika dua calon penjual dan pembeli membicarakan hak khiyar dan kemudian terjadilah jual beli diantara mereka, maka jual beli itu terjadi sesuai dengan khiyar yang mereka buat atau ada dan tidak adanya khiyar. Dan jika telah terjadi jual beli serta barang-barang sudah dibawa dari tempat jual beli, maka terjadilah jual beli antara mereka dan tidak ada khiyar lagi.
Pada hadis ketiga membahas tentang tidak diperbolehkannya tipu menipu saat melakukan jual-beli, karna apabila hal itu terjadi maka akan merugikan salah satu pihak. Dan Rasulullah telah menegaskan bahwa apabila bertransaksi jual-beli tidak diperbolehkan menipu.