Fungsi  korteks serebri

Fungsi  korteks serebri

  1. Korteks motorik primer (area4, 6, 8)
  2. Mengontrol gerakan volunter otot dan tulang pada sisi tubuh kontralateral. Implusnya berjalan melalui akson-akson dalam traktus kortikobulber dan kortikospinal, menuju nuklei saraf-saraf serebrospinal. Proyeksi motorik dari berbagai bagian tubuh terutama daerah kaki terletak di ats,sedangkan daerah wajah bilateral terletak di bawah. Daerah lain unilateral berbagai bagian tubuh sesuai  dengan tingkat perbandingan ketermpilan dari bagian tubuh , keterampilan yang tinggi mempunyai gambaran yang luas
  3. Lesi area 4 akan mengakibatkan paralisis kontralateral dari kumpulan otot yang disarafi
  4. Area 6 dan 8 pada perangsang akan timbul gerakan mata dan kepala
  1. Korteks sensorik primer (area3, 4, 5)

  2. Penerima sensasi umum(area somestesia).
  3. Menerima serabut saraf : Radiasi talamikus yang membawa implus sensoris dari kulit, otot sendi, dan tendo di sisi kontralateral.Lesi daerah ini dapat menimbulkan gangguan sensasi pada sisi tubuh kontralateral.
  4. Terdapat homunkulus sensorik : Menggambarkan luas daerah proyeksi sensorik dari bagian-bagian tubuh di sisi tubuh kontralateral.Luasnya daerah sensorik suatu bagian tubuh, sebanding dengan jumlah reseptor di bagian tubuh tersebut.
  1. Korteks visual (penglihatan) area 17
  2. Terletak di lobus oksipitalis pada fisura kalkarina.
  3. Lesi iritatif menimbulkan halusinasi visual.
  4. Lesi destruktif menimbulkan gangguan lapangan pandang.
  5. Menerima impuls dari radio-optika.
  1. Korteks auditorik (pendengaran) primer area 41
  2. Terletak pada transvers temporal temporal girus di dasar visura latelaris selebri.
  3. Menerima impuls dari radiasiaudiotorik yang bersal dari korpus genikulatum medialis.
  4. Lesi area ini hanya menimbulkan ketulian ringan kecuali bila lesinya bilateral.
  5. Area penghidu ( area reseptif  olfakturis)
  6. Terletak di daerah yang berdekatan dengan girus parahipotalamus lobus temporalis.
  7. Kerusakan jalur olfaktoris menimbulkan anosmia (tidak mampu mneghidu).
  8. Lesi iritasi menimbulkan halusinasi olfaktoris. Pada keadaan ini penderita dapat menghidu bau yang aneh atau mengecap rasa yang aneh.
  9. Area asosiasi
  10. Korteks yang mempunyai hubungan dengan area sensorik maupun motorik,dihubungkan oleh serabut asosiasi.
  11. Pada manusia penting untuk aktivitas mental yang tinggi, seperti berbicara, menuliskan kata-kata, dsb.
  12. Pada manusia terdapat tiga daerah asosiasi yang penting, yaitu daerah frontal (di depan korteks motorik), daerah temporal (antara girus temporalis superior dan korteks limbuk) dan daerah parieto-oksipital (antara korteks somestik dan korteks visual).
  13. Kerusakan daerah asosiasi akan menimbulkan gangguan dengan gejala yang sesuai  dengan tempat kerusakan.Misalnya, pada area 5,7 akan menimbulkan asteriognosis (tidak mengenali bentuk benda yang diletakan ditangan dengan mata tertutup) karena rea ini merupakan pusat asosiasi sensasi (indera) kulit.

Pos-pos Terbaru