Fungsi Evaluasi Kurikulum

Fungsi Evaluasi Kurikulum

            Dalam tulisannya yang sudah klasik dan banyak dikutip orang yaitu methodology of evaluation, Scriven (1967) memformulasikan fungsi evaluasi dalam istilah formatif dan sumatif. Scriven bukanlah orang pertama yang menggunakan istilah formatif. Istilah formatif sudah di gunakan oleh beberapa ahli evaluasi sebelumnya. Formatif adalah fungsi evaluasi untuk memberikan informasi dan pertimbangan yang berkenaan dengan upaya untuk memperbaiki suatu kurikulum. Perbaikan itu dapat saja di lakukan pada waktu konstruksi kurikulum yang menghasilkan suatu dokumen kurikulum dan pada waktu implementasi kurikulum. Suatu hal mendasar yang perlu di ketahui adalah fungsi formatif hanya dapat di lakukan ketika kurikulum masih dalam proses pengembangan. Untuk proses pengembangan konstruksi kurikulum maka fungsi evaluasi hanya dapat dilakukan pada waktu pengembangan dokumen kurikulum belum selesai atau masih dalam keadaan “fluid”pada waktu itu evaluasi kurikulum memberikan masukan langsung kepada para pengembang kurikulum mengenai aspek pengembangan yang di anggap sudah memenuhi kriteria dan aspek  pengembangan yang belum memenuhi kriteria.

  1. Ruang lingkup evaluasi kurikulum

            Ruang lingkup evaluasi kurikulum berkaitan dengan proses pengembangan  kurikulum . proses pengembangan kurikulum yang dimulai dari analisis terhadap permasalahan yang berkembang dan akan berkembang di masyarakat di kaji dengan kualitas masyrakat dan individu anggota masyarakat yang di perlukan suatu komunitas, masyarakat, bangsa dan umat manusia. analisis ini mengidentifikasi kualitas manusia Indonesia yang harus di kembangkan kurikulum di masa depan.

sumber :

 

https://situsiphone.com/gb-whatsapp-apk/