Faham-Faham Filsafat Modern

Faham-Faham Filsafat Modern

Faham-Faham Filsafat Modern

 

Faham-Faham Filsafat Modern
Faham-Faham Filsafat Modern

a. Pragmatisme

Pragma berasal dari bahasa yunani,yang memiliki arti guna, perbuatan, tindakan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa saja yang membuktikan sebagai yang benar dengan akibat-akibat yang secara praktis. Misalnya, berbagai pengalaman pribadi tentang mistik, asalkan dapat membawa kepraktisan yang bermanfaat. Artinya segala sesuatu dapat diterima asalkan dapat bermanfaat bagi kehidupan.
Tokohnya William James (1842-1910) lahir di New York, memperkenalkan ide-idenya tentang Pragmatisme kepada dunia.
Ia ahli dalam bidang seni, psikologi, anatomi, fisiologi dan filsafat.
Pemikiran filsafatnya lahir karena sepanjang hidupnya mengalami konflik antara pandangan ilmu pengetahuan dengan pandangan agama. Ia beranggapan bahwa masalah kebenaran/tujuan dan hakikat bagi orang Amerika terlalu teoritis. Mereka mengiginkan hasil-hasil yang konkret. Dengan demikian untuk mengetahui kebenaran dari ide atau konsep haruslah diselidiki konsekuensi-konsekuensi praktisnya.

Istilah pragmatisme ini sendiri sebenarnya mulai diangkat pada tahun 1865 oleh Charles S.Pierce bagi doktrin pragmatisme, yang diumumkannya pada tahun 1978. maka dari itu pragmatisme ini disebut pragmatisme menurut paham PIERCE[5]
Sebaliknya dari pragmatisme Pierce yang dikembangkan dengan studi logisempiris, James membangun pragmatismenya lewat studi yang berkenaan dengan dengan psikologi dan kebutuhan vital manusia.

b. Fenomenologi

Berasal dari kata fenomen yang artinya gejala, yaitu suatu hal yang tidak nyatadan semua . Kebalikannya kenyataan juga dapat diartikan sebagai ungkapan kejadian yang dapat diamati lewat indra. Dalam filsafat fenomenologi arti diatas berbeda dengan yang dimaksud yaitu bahwa suatu gejala tidak perlu harus diamati oleh indra karna gejala tersebut dapat dilihat secra batiniahdan tidak harus berupa kejadian-kejadian. Jadi apa yang dilihat dalam dirinya sendiriseperti aapa adanya.
Pemikiran yang sedemikian beasar pengaruhnya terjadinya di Eropa dan Amerika antara tahun 1920 hingga 1945 dalam bidang ilmu pengetahuan positif. Tokohnya adalah Edmund Husserl (1839-1939), dan pengikutnya Max Scheler (1874-1928). Edmund Husserl lahir di Wina, Ia belajar ilmu alam, ilmu falak, matematika, kemudian filsafat. Akhirnya menjadi guru besar di Halle, Gottingen, Freiburg.

c. Positivisme

Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Filsafat positivisme merupakan salah satu aliran filsafat modern yang lahir pada abad ke-19.
Pengawal positivisme yang utama adalah Auguste Conte (lahir 1798). Tulang punggung prinsip positivisme adalah bahwa pengetahuan manusia yang paling otentik adalah ketika ia didasarkan pada pengalaman faktual dan diakhiri dengan verifikasi positivistik atau ilmiah.

Conte Metode

Menurut Conte Metode positif ini mempunyai 3 ciri, yaitu :
1. Metode ini diarahkan pada fakta-fakta
2. Metode ini berusaha ke arah kepastian
3. Metode ini berusaha ke arah kecermatan

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/