Diagnosa dan Intervensi Keperawatan

Diagnosa dan Intervensi Keperawatan

  1. Perubahan kenyamanan; Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa gaster

     Tujuan jangka pendek       :     Pasien mengatakan rasa nyeri berkurang.

     Tujuan jangka panjang      :     Tidak terjadi iritasi berlanjut.

     Kriteria evaluasi     :

     – klien mengatakan nyeri hilang

     – klien nampak rileks dan dapat berinteraksi dengan orang sekitar

     Rencana Tindakan.

  1. Puasakan pasien pada 6 jam pertama.
  2. Berikan makanan lunak sedikit demi sedikit dan beri minum yang hangat.
  3. Identifikasi dan batasi makanan yang menimbulkan ketidaknyamanan.
  4. Observasi keluhan nyeri, catat lokasi, lamanya, intensitasnya, ( skala 0-10 ), serta perubahan karakteristik nyeri.
  5. Kolaborasi pemberikan anti nyeri, anti inflamasi, anti spasmodik dll:

     Rasionalisasi.

  1. Mengurangi inflamasi pada mukosa lambung.
  2. Dilatasi gaster dapat terjadi bila pemberian makan terlalu cepat etelah periode puasa.
  3. Dapat menyebabkan distres pada bermacam-macam individu / dispepsia.
  4. Perubahan karakteristik nyeri dapat menunjukan penyebaran penyakit / terjadinya komplikasi.
  5. Mengurangi rasa nyeri dan mengurangi peradangan pada mukosa lambung
  6. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Anorexia, mual dan muntah

     Tujuan jangka pendek       :     Pemasukan nutrisi yang adekuat.

     Tujuan jangka panjang      :     Mempertahankan BB tetap seimbang.

     Kriteria evaluasi :

     – Makanan pasien dapat dihabiskan

     – BB badan pasien kembali normal

Rencana Tindakan

  1. Buat program kebutuhan nutrisi harian & standar BB minimum.
  2. Berikan perawatan mulut sebelum & sesudah makan.
  3. Monitor aktivitas fisik dan catat tingkat aktivitas tersebut.
  4. Hindari makanan yang menimbulkan gas.
  5. Sediakan makanan dengan ventilasi yang baik, lingkungan yang  menyenangkan, dengan situasi yang tidak terburu-buru.

     Rasionalisasi

  1. Sebagai acuan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien.
  2. Memberikan rasa nyaman pada mulut dan dapat mengurangi rasa mual.
  3. Membantu dalam mempertahankan tonus otot dan berat badan juga untuk mengontrol tingkat pembakaran kalori.
  4. Dapat mempengaruhi nafsu makan / pencernaan dan membatasi masukan nutrisi.
  5. Lingkungan yang mennyenangkan dapat menurunkan stress dan lebih kondusif untuk makan.
  6. Ansietas tahap sedang berhubungan dengan perubahan status kesehatan

     Tujuan jangka pendek : Pasien dapat mendiskusikan permasalahan yang dihadapinya.

     Tujuan jangka panjang: Pasien dapat memecahkan masalah dengan menggunakan     sumber yang efektif.

     Kriteria Evaluasi :

     – klien mengatakan tidak lagi cemas

Rencana Tindakan

  1. Observasi respon fisiologis, mis : takipnoe, palpitasi, pusing.
  2. Catat petunjuk perilaku, mis : gelisah, mudah tersinggung.
  3. Dorong pernyataan takut dan ansietas, berikan respon umpan balik.
  4. Berikan lingkungan yang tenang untuk beristirahat.
  5. Berikan tekhnik relaksasi, mis: latihan nafas dalamdan bimbingan imaginasi.
  6. Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan melakukan koping positif.

Rasionalisasi

  1. Dapat menjadi indikasi derajat ansietas yang dialami pasien.
  2. Indikator derajat ansietas.
  3. Membuat hubungan therafiutik, membantu pasien untuk menerima perasaan dan menurunkan ansietas yang tidak perlu tentang ketidak tahuan.
  4. Memindahkan pasien dari stresor luar dan meningkatkan relaksasi, juga dapat meningkatkan ketrampilan koping.
  5. Cara relaksasi dapat membantu menurunkan takut dan ansietas.
  6. Perilaku yang berhasil dapat menguatkan pasien dalam menerima ansietas, meningkatkan rasa pasien terhadap kontrol diri dan memberikan keyakinan.

Sumber: https://newsinfilm.com/