Dampak Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Ekonomi Global

 Dampak Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Ekonomi Global

            Tangal 5 September 2008 menjadi catatan kelam sejarah perekonomian Amerika Serikat,kebangkrutan Leman Brothers yang merupakan salah satu saham investasi atau bank keuangan senior dan terbesar ke 4 di Amerika Serikat menjadi awal dari drama krisis keuangan di negara yang mengagung-agungkan sistem kapitalis tanpa batas. Siapa yang menyangka suatu negara yang merupakan tembok kapitalis dunia akan runtuh. Celakanya apa yang terjadi di AS dengan cepat menyebar dan menjalar ke seluruh dunia. Hanya beberapa saat setelah informasi runtuhnya pusat keuangan dunia di Amerika,tansaksi bursa saham diberbagai belahan dunia seperti Hongkong,china,australia,singapura,KoreaSelatan,dan negara lainya mengalamu penurunan drastis,bahkan Bursa Saham Indonesia (BEI) harus disuspend selama beberapa hari,pemerintah Indonesia pun kelihatan panik dakam menyiakapi permasalahan ini,peristiwa ini menandai fase awal dirasakanya dampak krisis ekonomi global yang pada  mulanya terjadi di Amerika Serikat di rasakan oleh negara Indonesia juga.

            Dilihat dari faktor penyebabnya,krisi ekonomi global pada saat ini berbeda dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia lebih kurang satu dasawarsa lalumyang mana pada saat itu krisis ekonomi yang melanda Indonesia lebih disebabkan oleh ketidak mampuan Indonesia menyediakan alat pembayaran luar negri,dan tidak kokohnya struktur perekonomian Indonesia,tetapi krisis keuangan global pada tahun 2008 ini berasal dari faktor-faktor yang terjadi di luar negri. Tetapi kalau kita tidak hati-hati dan waspada dalam menyikapi permasalahan ini,tidak mustahil dampak krisis keuangan global pada tahun 2008 ini akan sama atau bahkan lebih buruk jika dibandingkan dengan dampak krisis ekonomi yang tejadi pada tahun 1998.

Perlambangan pertumbuhan ekonomi dunia,selain menyebabkan volume perdagangan global pada tahun 2009 merosot tajam,juga akan berdampak pada banyaknya industri besar yang terancam bangkrut,terjadinya penurunan kapasitas produksi,dan terjadinya lonjakan jumlah pengangguran dunia. Bagi negara-negara berkembang dan merging amarkets,situasai ini dapat merusak fundamental perekonomian,dan memicu terjadinya krisis ekonomi.

            Kekhawatiran datas dampak negatif pelemahan ekonomi global terhadap perekonomian di negara-negara emerging markets dan fenomena flight to quality dari investor global di tengah krisis keuangan dunia dewasa ini,telah memberikan tekakan pada mata uang seluruh dunia,termasuk Indonesia dan mengeringakan likuiditas doalar AS dipasar domestik banyak negara. Hal ini menyebabkan pasar valas di negara-negara maju maupun berkembang cenderung bergejolak ditengah ketidak pastian yang meningkat.

baca juga :