Ciri-ciri khas dan perbedaan antara Makkiyyah dan Madaniyyah

Ciri-ciri khas dan perbedaan antara Makkiyyah dan Madaniyyah

Ciri-ciri khas dan perbedaan antara Makkiyyah dan Madaniyyah

Untuk mengetahui dan menentukan Makkiyyah dan Madaniyyah, para ulama bersandar kepada dua cara utama. Pertama, sima’i naqli (pendengaran seperti apa adanya). Cara ini didasarkan pada riwayat shahih dari para sahabat yang hidup pada saat turunnya wahyu atau menyaksikannya, atau dari para tabi’in yang mendengar dan menerima dari para sahabat bagaimana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunnya wahyu itu.

Kedua, cara qiyasi ijtihadi didasarkan pada ciri-ciri Makkiyyah dan Madaniyyah. Apabila dalam surat Makkiyyah terdapat suatu ayat yang mengandung sifat Madaniyyah atau mengandung peristiwa Madaniyyah, maka dikatakan bahwa ayat itu Madaniyyah. Dan apabila dalam surat Madaniyyah terdapat ayat yang bersifat Makkiyyah atau mengandung peristiwa Makkiyyah, maka ayat itu Makkiyyah. Bila dalam satu surat terdapat ciri-ciri Makkiyyah, maka surat itu dinamakan surat Makkiyyah. Demikian pula bila dalam satu surat terdapat ciri-ciri Madaniyyah, maka surat itu dinamakan surat Madaniyyah. Ciri-ciri Makkiyyah dan Madaniyyah telah diterangkan oleh para ulama setelah mereka meneliti keduanya kemudian menyimpulkan beberapa ketentuan analogis sehingga ciri-ciri khas gaya keduanya dapat diketahui dan dapat dihasilkan kaidah-kaidah dengan ciri-ciri tersebut. Berikut ciri-ciri khas Makkiyyah dan Madaniyyah:

Ø Ciri khas Makkiyyah

1. Mengandung ayat sajdah
2. Mengandung lafal kalla. Lafal ini hanya terdapat dalam separuh terakhir dari Qur’an. Dan disebutkan tiga puluh tiga kali dalam lima belas surat.
3. Mengandung yaa ayyuhan naas.
4. Mengandung kisah Adam dan Iblis, kecuali surat Baqarah.
5. Mengandung kisah para nabi dan umat terdahulu, kecuali surat Baqarah.
6. Dibuka dengan huruf-huruf singkatan (huruh tahajji), seperti Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, Ha Mim, dan lain-lainnya, kecuali surat Baqarah dan Ali Imran, sedangkan surat Ra’d masih diperselisihkan.
7. Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksanya, surga dan nikmatnya, argumentasi terhadap orang musyrik dengan menggunakan bukti-bukti rasional dan ayat kauniah.
8. Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat, penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara dzalim, penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tradisi buruk lainnya.
9. Menyebutkan kisah para nabi dan umat terdahulu sebagai pelajaran bagi orang kafir dan musyrik sehingga mengetahui nasib orang yang mendustakan sebelum mereka, dan sebagai hiburan bagi Rasulullah sehingga ia tabah menghadapi gangguan mereka dan yakin akan menang.
10. Suku katanya pendek-pendek disertai kata-kata yang mengesankan, pernyataannya singkat, penyampaiannya keras, di telinga terasa menembus, menggetarkan hati, dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah, seperti surat-surat yang pendek-pendek. Dan perkecualiannya hanya sedikit.

Ø Ciri khas Madaniyyah

1. Mengandung lafal yaa ayyuhal ladziina aamanuu.
2. Disebutkan orang-orang munafik, kecuali surat Al ‘Ankabut termasuk Makkiyyah.
3. Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan social, hubungan internasional, baik di waktu damai maupun perang, kaidah hukum dan masalah perundang-undangan.
4. Seruan kepada ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, dan ajakan kepada mereka untuk masuk Islam, penjelasan mengenai penyimpangan mereka kepada kitab-kitab Allah, permusuhan mereka terhadap kebenaran dan perselisihan mereka setelah ilmu dating kepada mereka karena rasa dengki diantara sesame mereka.
5. Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisis kejiwaannya, membuka kedoknya dan menjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.
6. Suku kata dan ayatnya panjang-panjang dan dengan gaya bahasa yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan sasarannya.

Baca Juga: