Pengertian dan Penjelasan Fana’ & Ma'rifat

Pengertian dan Penjelasan Fana’ & Ma’rifat

Agama

Pengertian dan Penjelasan Fana’ & Ma’rifat Fana’ Dalam istilah tasawuf, fana’ berarti penghancuran diri yaitu al-fana’ ‘an al-nafs. Yang dimaksud dengan al-fana’ ‘an al-nafs ialah hancurnya perasaan atau kesadaran seseorang terhadap wujud tubuh kasarnya dan alam sekitarnya. Pada maqam fana, manusia di hadapan Tuhan tidak menyaksikan diri sendirinya, penghambaannya, keinginan-keinginannya, harapan-harapannya, dan dunia sekelilingnya. Manusia

Penjelasan Mengenai Khouf (takut), Roja’ (harap) & Mahabbah

Penjelasan Mengenai Khouf (takut), Roja’ (harap) & Mahabbah

Agama

Penjelasan Mengenai Khouf (takut), Roja’ (harap) & Mahabbah Khauf adalah suatu sikap mental yang merasa takut kepada Allah karena kurang sempurna pengabdianya. Takut dan kawatir kalau Allah tidak senang kepadanya. Menurut Ghozali Khauf adalah rasa sakit dalam hati karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak disenagi dimasa sekarang. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia takut berarti gelisah,

Etika Berkomunikasi Yang Baik Menurut Al-Qur'an

Etika Berkomunikasi Yang Baik Menurut Al-Qur’an

Agama

Etika Berkomunikasi Yang Baik Menurut Al-Qur’an Komunikasi sering dipahami sebagai penyampain pesan berupa ide, gagasan, pemikiran, informasi, bahkan ajakan kepada orang lain secara lisan, tulisan, langsung maupun tidak langsung, juga dapat melalui media. Berikut ini adalah Cara Berkomunikasi yang Baik Menurut Al-Quran atau “Etika Komunikasi Dalam Islam”. Etika, kaidah, atau prinsip komunikasi seperti berikut ini

Media Sosial Berdampak Penyakit Hati (Riya' & Ujub)

Media Sosial Berdampak Penyakit Hati (Riya’ & Ujub)

Agama

Media Sosial Berdampak Penyakit Hati (Riya’ & Ujub) Media Sosial khususnya Facebook selain memiliki sisi dampak positif, juga memikiki dampak negatif. Salah satu sisi negatif Facebook dan sosial media lainnya adalah menyuburkan sikap Riya’ atau ingin dipuji orang lain dan Ujub yaitu berbangga diri atau pamer. Penyebabnya adalah populernya istilah dan perilaku yang sering disebut

Macam Macam Kesabaran

Macam Macam Kesabaran

Agama

Macam Macam Kesabaran Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahumallah menyebutkan bahwa kesabaran itu meliputi tiga macam. 1. Bersabar dalam rangka menaati Allah Subhanahu wata’ala Ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wata’ala, وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ “Perintahlah keluargamu untuk menegakkan shalat dan bersabarlah dalam menunaikannya.” (Thaha: 132) Firman-Nya pula, إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنزِيلًا

Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali

Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali

Agama

Penjelasan Harta Mitsli dan Qimi, Harta Istihlaki dan Isti’mali Harta mitsli “Harta yang memiliki persamaan atau kesetaraan di pasar, tidak ada perbedaan pada bagian-bagiannya atau kesatuannya, yaitu perbedaan atau kekurangan yang biasa terjadi dalam aktivitas ekonomi.” Harta mitsli terbagai atas empat bagian, yaitu harta yang ditakar, seperti gandum, harta yang ditimbang, seperti kapas dan besi,

Pembagian Harta dalam Islam

Pembagian Harta dalam Islam

Agama

Pembagian Harta dalam Islam Ulama fiqih membagi harga menjadi beberapa bagian yang setiap bagiannya berdampak atau berkaitan dengan beragam hukum (ketetapan) namun, pada bahasan ini hanya akan dijelaskan beberapa bagian yang masyhur. Harta Muttaqawwin dan Ghair Muttaqawwin a. Harta muttaqawwin “Segala sesuatu yang dapat dikuasai dengan pekerjaan dan dibolehkan syara’ untuk memanfaatkannya, seperti macam-macam benda

UNSUR KERELAAN DALAM HAWALAH & BEBAN MUHIL SETELAH HAWALAH

UNSUR KERELAAN DALAM HAWALAH & BEBAN MUHIL SETELAH HAWALAH

Agama

UNSUR KERELAAN DALAM HAWALAH & BEBAN MUHIL SETELAH HAWALAH UNSUR KERELAAN DALAM HAWALAH a. Kerelaan Muhal Mayoritas ulama Hanafiah, Malikiah dan Syafi’iah berpendapat bahwa kerelaan muhal (orang yang menerima pindahan) adalah hal yang wajib dalam hawalah karena hutang yang dipindahkan adalah haknya, maka tidak dapat dipindahkan dari tanggungan satu orang kepada yang lainnya tanpa kerelaannya.