Cara mencegah Penyakit Leptospirosis

Cara mencegah Penyakit Leptospirosis

Cara mencegah Penyakit Leptospirosis

Cara mencegah Penyakit Leptospirosis
Cara mencegah Penyakit Leptospirosis

Pencegahan Penyakit Leptospirosis

Berdasarkan dari sumber yang di peroleh, menurut Prof. dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memberikan saran untuk menghindari bahaya penyakit leptospirosis ini dengan cara menghindari tikus yang berkeliaran di sekitar kita. Kemudian hindari juga bermain air ketika banjir apalagi jika memiliki luka. Sebaiknya menggunakan pelindung seperti sepatu boot bila terpaksa ke daerah banjir dan segera berobat jika mengalami demam

 

Sudah satu minggu lebih, banjir melanda sebagian wilayah ibukota Indonesia, DKI Jakarta.

Akibat hal itu, puluhan ribu warga akhirnya pindah atau mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman dan nyaman.

Meski sudah dievakuasi ke tempat yang tidak tergenang air, tetapi warga Jakarta perlu waspada terhadap bahaya leptospirosis yang mungkin saja menjangkiti anak-anak, remaja, maupun para orangtua. Oleh sebabnya, langkah antisipasi perlu dilakukan.

 

Menurut Tri Umar Dhani, S.K.H terdapat sembilan (9) cara agar terhindar dari sakit yang disebabkan oleh strain Leptospira ini:

1. Milikilah pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

2. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.

3. Selalu mencuci tangan dengan sabun desinfektan sebelum makan.

4. Mencuci tangan dan kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah melakukan aktivitas, misalnya habis kerja di sawah/ kebun/ selokan/ sampah/ dek rumah ketika memperbaiki jaringan listrik.

5. Memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi dan sarung tangan karet bagi kelompok pekerja yang beresiko tinggi Leptospirosis, misalnya petugas kebersihan dan petugas pemotong daging ataupun orang yang tinggal di daerah rawan banjir dan rob.

6. Menjaga kebersihan lingkungan.

7.Membersihkan tempat-tempat air dan kolam renang.

8. Membasmi tikus di rumah atau kantor.

 

Membersihkan dengan desinfektan bagian-bagian

Dari rumah, kantor atau gedung – misalnya gudang – yang diindikasi bekas kencing tikus.

Hanya saja perlu diingat walaupun tikus sudah mati bisa saja bakteri leptospira masih aktif. Oleh karena itu Tri Umar menyarankan agar bangkai tikus dikremasi atau dibakar karena bakteri itu akan mati ketika mengalami peningkatan kondisi suhu diatas 50 derajat.

Semoga artikel ini bermanfaat dan Anda bisa mempraktikan langkah-langkah pencegahan dini penyakit leptospirosis sebagaimana ditulis di atas.

Baca Juga :