Bioteknologi Pertanian  8 Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian

Bioteknologi Pertanian  8 Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian

Bioteknologi Pertanian  8 Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian

Bioteknologi Pertanian  8 Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian
Bioteknologi Pertanian  8 Penerapan Bioteknologi Dalam Bidang Pertanian

Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Pertanian – Bioteknologi mempunyai tugas dan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Di bidang pertanian misalnya, dengan bioteknologi kini ketersediaan pangan semakin baik sebab produktivitas tumbuhan menjadi lebih tinggi. Pada artikel ini kita akan membahas beberapa teladan penerapan bioteknologi di bidang pertanian untuk mengetahui lebih banyak wacana tugas dan manfaat bioteknologi bagi petani kita.

Bioteknologi di Bidang Pertanian

Selain memainkan tugas penting dalam produksi pengolahan makanan dan kesehatan, bioteknologi juga bisa diterapkan dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian. Beberapa teladan penerapan bioteknologi di bidang pertanian contohnya sanggup ditemukan pada produksi pupuk kompos (bokashi), kultur jaringan, pengembangbiakan varietas unggul, pupuk hayati, insektisida hayati, produksi perikanan, sampai produksi ternak.

Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Pertanian Bioteknologi Pertanian : 8 Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Pertanian

Bioteknologi di Bidang Pertanian

1. Pengomposan (Bokashi)

Contoh penerapan bioteknologi konvensional di bidang pertanian sanggup dengan gampang ditemui dalam proses pembuatan kompos atau pupuk bokashi. Untuk mempercepat proses dekomposisi materi organik yang berasal dari dedaunan atau rumput, pembuat pupuk kompos umumnya akan menambahkan mikroorganisme untuk menguraikan materi organik. Dalam perkara ini, mikroorganisme dipakai contohnya basil fotosintesis, aktinomiketes, basil asam laktat, ragi, dan jamur fermentasi. Dengan penambahan mikroorganisme ini, fermentasi materi organik berlangsung lebih cepat sehingga produksi pupuk kompos sanggup terus tersedia.

2. Kultur jaringan

Kultur jaringan ialah teknik produksi benih yang memakai organ vegetatif tumbuhan secara in vitro. Melalui teknik ini, petani sanggup dengan gampang mendapat bibit yang seragam dan bibit yang sulit memakai bibit menyerupai anggrek. Teknik kultur jaringan juga bisa memberi bibit dalam jumlah banyak sekaligus.

3. Pemuliaan Varietas Unggul

Rekayasa genetika yang merupakan salah satu cabang bioteknologi berperan sangat besar dengan adanya banyak sekali jenis varietas unggulan tumbuhan pertanian. Tanaman pembibitan mempunyai sifat dan keutamaan yang lebih baik daripada tumbuhan lokal. Contoh penerapan pemahaman bioteknologi di bidang ini mencakup benih unggul aphrodisias, berumur pendek (berumur pendek), nikotin tembakau rendah, kentang dari banyak sekali rasa dan warna, semangka tanpa biji, dan sebagainya.

4. Pupuk Biologis

Penelitian lanjutan di bidang pertanian telah menghasilkan inovasi yang luar biasa. Kini, diketahui bahwa ada beberapa jamur dan basil yang bisa bersimbiosis dengan akar dan bisa menguraikan elemen tumbuhan yang dibutuhkan, menyerupai Nitrogen dan fosfat, melalui fiksasi atau autolysis. Beberapa mikroorganisme ini, contohnya jamur mikoriza sp. dan basil Rhizobium.

5. Insektisida Biologis

Pemanfaatan bioteknologi di bidang pertanian juga sanggup ditemukan pada teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Saat ini, kesadaran masyarakat wacana efek negatif dari meningkatnya penggunaan insektisida kimia menciptakan petani memakai banyak sekali mikroorganisme dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tumbuhan mereka. Penyakit hama yang memakai mikroorganisme atau disebut juga pengendalian biologis sangat ramah lingkungan. Contoh penerapan teknik ini dapat, misalnya, sanggup ditemukan dalam penggunaan jamur Trhicogramma sp dalam pengendalian ulat grayak, hama tumbuhan lada.

6. Produksi Perikanan

Di bidang perikanan, rekayasa genetika (cabang utama bioteknologi) telah menghasilkan ikan induk yang hanya bisa menghasilkan anakan betina. Dalam perkara ini, anak wanita umumnya mempunyai pertumbuhan lebih cepat daripada anak pria sehingga produktivitas di akuakultur semakin meningkat.

7. Produksi Ternak

Teknik inseminasi buatan, multiple oculation, embryo transfer, dan invitro fertilization juga merupakan teladan penerapan bioteknologi di bidang peternakan. Melalui teknik ini, kualitas dan kuantitas produk ternak semakin meningkat. Produktivitas ternak dalam memproduksi anak ayam gres atau memproduksi daging dan susu, serta kekebalan ternak terhadap penyakit tertentu, merupakan kunci keberhasilan penerapan bioteknologi ternak ketika ini.

Baca Juga: