Anggota Koperasi

 Anggota Koperasi

 Anggota Koperasi

 Anggota Koperasi
Anggota Koperasi minimum harus 20 orang. Latar belakang anggota biasanya tidak sama, baik pendidikan , social, ekonomi, kepercayaan/agama maupun tanggungan keluarga. Jika anggota koperasi lebih dari 20 orang, maka koperasi tersebut semakin besar sehingga sulit untuk mengkoodinasi dan mengorganisasi anggota yang makin banyak itu, karena semakin beragamnya tingkat kepentingan dan motivasi masing-masing anggota.
Koperasi harusnya melihat dan memperhatikan kualitas keanggotaan koperasi, bukan kuantitas atau jumlah anggota. Disini prinsip keanggotaan koperasi yang sukarela mulai diterapkan dengan benar untuk memulai koperasi yang baru, yang semuanya bertujuan menciptakan anggota koperasi yang bermotivasi tinggi, pribadi yang betul-betul ingin bekerja sama dengan orang lain, dan mempunyai sifat ingin atau senang membantu orang lain agar dapat menolong dirinya sendiri secara bertahap dan berencana. Mereka diharapkan, untuk lebih menyadari apabila diarahkan dan lebih mudah diajak berpartisipasi aktif.
Bagi anggota yang memperoleh informasi cukup sehingga memahami koperasi beserta kebijakan dan tindakannya akan :
• Lebih setia kepada koperasinya.
• Memiliki kepentingan yang lebih besar dengan koperasinya.
• Bertindak sebagai salesman bagi koperasinya.
• Memenuhi semua kewajiban dan melunasi segala pembayaran kepada koperasi.
• Membantu menghentikan desas-desus dan membela koperasinya.
• Membangun iklim yang baik pada anggota dan masyarakat terhadap koperasinya.
• Memberitahukan kepada masyarakat mengenai sumbangan koperasinya kepada kemajuan koperasin setempat.
Kelompok-kelompok atau unit-unit aktivitas. Masing-masing mengurus kepentingan kelompoknya sendiri, misalnya dengan pengarahan dan pembinaan kepada anggota, sehingga pengambilan keputusan terhadap hal yang penting dapat disampaikan kepada kelompok. Masing-masing kelompok dapat mengadakan pertemuan rutin sambil melatih dan membiasakan mereka saling belajar serta membantu kepentingan anggota kelompoknya. Karena kekuatan koperasinya berada di tangan para anggotanya, maka kesadaran akan disiplin dan fanatisme anggota sangat penting guna meningkatkan pemahaman koperasi serta etos koperasi yang perlu ditanamkan sedalam-dalamnya kepada setiap anggota. Dengan demikian motivasi mereka agar dapat ditinghkatkan secara bersama-sama dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonominya. Anggota sebagai pemilik harus berani memberikan saran dan kritik kepada pengurus agar koperasi semakin maju dan berkembang.
Apabila kelompok atau unit aktivitas dapat hidup dan ada yang lebih tiga kelompok maka akan lebih bagus lagi bila pada koperasin tersebut diadakan organisasi yang khusus menangani komunikasi antar anggota dan antar kelompok dengan koperasinya agar dapat berjalan secara efektif.

3.3. Manajer Koperasi

Manejer adalah orang yang memegang jabatan tertinggi dari semua karyawan koperasi dimana dia bekerja sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan pengurus. Karena manajer adalah pemimpin dari semua karyawan, maka dia harus :
a. Seorang pembuat kebijakan yang handal.
b. Seorang pemimpin yang mampu menjadi coordinator yang baik bagi seluruh kegiatan koperasi.
c. Seorang pengawas yang bijaksana dalam mengawasi semua kegiatan usaha koperasi.
d. Walaupun ada kepala bagian keuangan, namun manajer juga harus mempertanggungjawabkan keuangan koperasi kepada pengurus.
e. Figur yang jujur dalam mengatur serta menggunakan dana yang ada secara efisien dan proaktif.
Menurut Suparmi Su dalam bukunya Manajemen Koperasi, ada beberapa bidang yang perlu ditangani oleh manajer sebagai pengelola usaha koperasi, yaitu bidang personalia, bidang pengelola usaha, administarsi, perencanaan, serta pengawasan.
sumber ;