Analisis Mutu Bahan Dasar Lilin dan Sabun

Analisis Mutu Bahan Dasar Lilin dan Sabun
Lilin dan sabun dengan mutu yang baik dan seragam didapatkan dengan  pengawasan mutu yang dilakukan mulai dari bahan-bahan yang digunakan. Analisa mutu digunakan untuk menyeleksi kualitas bahan-bahan yang  akan digunakan  dalam pembuatan  lilin dan sabun sehingga efek-efek yang tidak diinginkan  dan kerusakan secara dini dapat dihindari.
Analisis mutu berupa sifat  fisiko-kimia  dilakukan terlebih dahulu terhadap masing-masing bahan dasar lilin dan sabun sebelum  dicampurkan menjadi base lilin dan sabun. Parameter analisa mutu untuk bahan dasar lilin dan sabun antara lain bilangan asam, bilangan iod, bilangan penyabunan dan titik  leleh.
Bilangan asam digunakan untuk mengukur jumlah asam lemak bebas  yang terdapat dalam minyak atau lemak. Bilangan asam menunjukkan tingkat  kerusakan minyak atau lemak karena peristiwa hidrolisis. Kenaikan bilangan asam menunjukkan bahwa lemak telah mengalami peristiwa hidrolisis.
 

2.3. Pengolahan Biji Tengkawang

Buah tengkawang terdiri dari kelopak, kulit, dan biji. Bagian yang mengandung banyak minyak lemaknya adalah bijinya terutama adalah cotyledonnya. Menurut Sigit Sunarta dkk, 2017 bahwa pengolahan biji tengkawang dimulai dengan membersihkan dari buahnya (pengolahan biji), kemudian mengeluarkan minyaknya (ekstraksi minyak lemak) dan kemudian dilakukan pemurnia minyak melalui : penetralan, pemucatan, dan penghilangan bau hingga diperoleh minyak tengkawang yang berish, jernih, dan tak berbau.
Dari urutan prosesnya dapat dicantum kedalam tahap sebagai berikut :
1. Pengolahan Biji
  1. Pembersihan : Buah tengkawang dibersihkan dari sayap atau kelopak buahnya secara manual. Yaitu direndam (buah tengkawang dalam air selama minimal satu bulan agar kulitnya lunak mudah di kupas),  dikukus (buah tengkawang dikukus pada ruang khusus selama 2 jam pada suhu 100 derajat C tekanan satu atm), diasapi (buah tengkawang dipanasi sampai biji berwarna coklat).
  2. Pelepasan Kulit Tengkawang : dari buahnya, sehingga diperoleh biji tengkawangnya saja. Biji tengkawang sering dilakukan penjemuran dulu tetapi ada pula yang tidak, sebelum dilakukan prose selanjutnya.
2. Ekstraksi Biji
Ada 3 cara untuk memperoleh minyaknya, yaitu :
  1. Dipres panas : Biji tengkawang dipers pada suhu 70 derajat C, hingga semua minyaknya diperoleh.
  2. Dilarutkan dalam senyawa kimia : mengepres ringan biji tengkawang hingga pecah-pecah, kemudian dilarutkan dalam senyawa kimia tertentu (benzena, karbon tetrakhlorida)
  3. Dibuat serbuk : ditumbuk atau dikecilkan ukuranya, kemudian direbus dan ditambahkan air panas atau uap air pada minyak yang diperoleh.

 

Pos-pos Terbaru