Al-Radhi khawatir akan keselamatan

Table of Contents

Al-Radhi

Ahmad bin Al-Muqtadir dibaiat sebagi khalifah dengan julukan Ar-Radhi pada tahun 322 H/934 M. Ia kemudian mengangkat Ibnu Muqlah sebagai seorang menterinya. Akan tetapi, Ibnu Muqlah tidak dapat mengurus keuangan dengan baik, ia tidak mampu memberikan gaji dan bonus kepada para prajurit. Akhirnya banyak terjadi pergantian perdana menteri namun tidak ada satupun menteri yang dapat mengatasi kritis keuangan dan memberikan harta sebagaimana yang menjadi tuntutan.
Al-Radhi khawatir akan keselamatan dirinya dari pemberontakan yang kemungkinan dilakukan oleh para tentara. Sebab, ia tidak menemukan seorang menteri pun yang bisa membuat kondisi keuangan stabil. Ia menemukan bahwa akar permasalahan dari kekacauan ini disebabkan dualisme kekuasaan antara para menteri dan para tentara. Muhammad bin Ra’iq menawarkan diri jika dia diberi kekuasaan penuh untuk mengurus tentara beserta istri-istrinya, pengumpulan pajak, dan pengaturan administrasi negara, maka dia berjanji akan menyetabilkan segala urusan dan mengatasi segala persoalan negara. Al-Radhi terpaksa menerima tawaran tersebut. akhirnya Ibnu Ra’iq menerima seluruh kekuasaan yang ada dan dia diberi julukan sebagai Amirul Umara. Namun tetap saja tidak ada yang sanggup untuk memecahkan berbagai masalah kritis ekonomi. Terutama didepannya banyak masalah yang datang dari orang-orang baru yang rakus. Orang-orang Hamdan ketika itu ingin mendapatkan kekuasaan di pemerintahan. Sedangkan para pemberontak seringkali menyerang rumah khalifah. Dimasa khalifah Ar-Radhi, Ibnu Ra’iq dan para pengikutnya pun tidak bisa melawan mereka.[12]
Akhirnya tentara Dailam masuk ke Baghdad dipimpin oleh orang-orang Baweh. Mereka menguasai pusat negara, menjadikan khalifah dibawah kendali mereka, dan menguasai segala urusan yang ada di Irak.

12. Al-Muttaqi

bergelar Abu Ishaq, dengan nama lengkap Ibrahim bin al-Muqtadirbin al-Mu’tadhid bin al-Muwaffaq Thalhah bin al-Mutawakkil merupakan Khalifah Bani Abbasiyahdi Baghdad dari tahun 940 sampai 944. Dia dilantik sebagai khalifah setelah kematian saudaranya. Saat dilantik, ia berumur tiga puluh empat tahun. Ibunya adalah mantan budak yang bernama Khalub, ada pula yang menyebutkan nama ibunya adalah Zahrah.
13. Al-Mustakfi
Al-Abu al-Qasim, dengan nama asli Abdullah bin al-Muktafi bin al-Mu’tadhid merupakan Khalifah BaniAbbasiyah di Baghdad daritahun 944 sampai 946. Dia diangkat oleh Tuzun, seorang jenderal Turki yang menurunkan dan membutakan khalifah sebelumnya al-Muttaqi.
Dia dilantik pada bulan Safar tahun 333 H atau September 944, pada saat berumur 41 tahun. Tuzun meninggal pada masa pemerintahannya. Dia kemudian dicopot dari jabatan dan dipenjarakan hingga meninggal dunia pada tahun 338 H/ 950 M.


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/