Al-Quran Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hokum Islam

Al-Quran Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hokum Islam

Al-Quran juga berfungsi sebagai sumber segala macam aturan tentang hokum, social, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, moral dan sebagainya yang harus dijadikan way of life bagi semua umat manusia untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya. Sebagai hakim yang diberi wewenang oleh tuhan memberikan keputusan terakhir mengenai beberapa masalah yang diperselisihkan dikalangan pemimpin-pemimpin agama dari berrmacam-macam agama dan sekaligus sebagai korektor yang mengoreksi kepercayaan-kepercayaan/pandangan-pandangan yang salah di kalangan umat beragama, termasuk kepercayaan-kepercayaan yang salah yang terdapat di dalam kitab lain yang dipandang suci oleh pemeluknya.

Ajaran-ajaran atau anggapan-anggapan dari agama lain yang salah kemudia di koreksi al-Qur’an antara lain sebagai berikut :

  1. Ajaran trinitas dalam Byble
  2. Kepercayaan bangsa Arab pada masa pra-Islam yang mempunyai anggapan bahwa Tuhan memiliki anak-anak perempuan yaitu para malaikat (surat al-Najm: 27)
  3. Sejumlah Nabi-Nabi dan Rasul yang terhormat dan merupakan manusia pilihan Allah Swt yang di jadika sauri tauladan bagi umatnya, di ungkapkan dalam Byble sebagai orang-orang yang melakukan perbuatan hina dan tercela. Misalnya Nabi Ibrahim digambarkan sebagai orang yang pendusta atau pembohong.Nabi Luth diungkapkan sebagai orang yang pernah berbuat sexs dengan putri-putrinya.Nabi daud diceritakan sebagai orang yang bermain serong dengan istri Uria. Nabi Sulaiman digambarkan sebagai orang yang pernah menyembah berhala ubtuk menyenangkan isteri-isterinya

Menurut pandangan Islam, bahwa Nabi dan Rasul adalah ma’sum, artinya mereka pasti terhindar dan terprlihara dari perbuatan-perbuatan yang hina dan tercela, seperti berdusta, berzina, dan menyembah berhala.

Al-Qur’an juga sebagai pengukuh dan penguat yang mengukuhkan dan menguatkan kebenaran adanya kitab-kitab suci yang pernah diturunkan sebelum al-Qur’an dan kebenaran adanya Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad Saw.Hanya saja ajaran-ajaran dari para Nabi sebelum nabi Muhammad Saw beserta kitab-kitab sucinya sudah tidak orisinil lagi, sebab tidak sedikit yang telah diubah oleh pemimpin mereka

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/