9 Macam Produk Bioteknologi Pangan

9 Macam Produk Bioteknologi Pangan

9 Macam Produk Bioteknologi Pangan

9 Macam Produk Bioteknologi Pangan
9 Macam Produk Bioteknologi Pangan

1. Minuman Anggur

Anggur dibentuk dari jus anggur fermentasi dengan jamur Saccharomyces cerevisiae. Produk anggur sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Pengelompokan ini biasanya dipengaruhi oleh jenis buah anggur yang diproses, perubahan selama fermentasi, serta panjang dan cara penyimpanannya. Faktor-faktor ini akan menghipnotis komposisi asam dan senyawa aromatik organik yang terkandung dalam anggur. Produk bioteknologi masakan umumnya mengandung alkohol 10-15%.

2. Yoghurt

Yogurt yaitu produk susu yang dibentuk melalui fermentasi basil asam laktat. Umumnya basil asam laktat yang dipakai dalam pembuatan produk bioteknologi yaitu Lactobacillus bulgaris, Streptococcus lactis, atau Streptococcus thermophilus. Fermentasi mengubah laktosa menjadi susu menjadi asam laktat. Kondisi asam yang tercipta sehabis fermentasi menciptakan pembusukan susu. Kelenjar kemudian dikumpulkan dan ditampung ke dalam yogurt biasa yang kita konsumsi setiap hari.

3. Keju

Sama menyerupai yogurt, keju juga merupakan produk susu yang diproduksi melalui penerapan bioteknologi makanan. Keju dibentuk melalui fermentasi susu oleh basil asam laktat menyerupai Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophillus.

Sama menyerupai yogurt, keju juga merupakan produk susu yang diproduksi melalui penerapan bioteknologi makanan. Keju dibentuk melalui fermentasi susu oleh basil asam laktat menyerupai Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophillus.

Dalam produksi keju, materi dalam bentuk susu diubah menjadi asam laktat melalui proses pemanasan terlebih dahulu sehingga semua basil mati. Setelah itu, enzim renin yang diperoleh dari usus binatang ruminansia ditambahkan untuk menciptakan bekuan susu. Rumpun susu ini kemudian diperas dan dipadatkan untuk membentuk keju.

4. Sauerkraut atau Pickles

Bakteri asam laktat juga dipakai dalam produksi melestarikan sayuran dan buah-buahan menjadi asinan kubis atau acar. Lactobacillus casei, Lactobacillus brevis, dan Lactobacillus cremoris mengubah susunan kimia di substrat sayuran dan buah menjadi asam sehingga lebih infinit dan mempunyai rasa yang khas.

5.  Tauco

Tauco yaitu produk bioteknologi masakan yang terbuat dari fermentasi biji kedelai. Fermentasi dalam produksi tauco melalui 2 tahap melibatkan 2 mikroorganisme yang berbeda, yaitu jamur dan bakteri.

Tahap pertama fermentasi dilakukan oleh jamur Aspergillus oryzae dan Rhizopus oligosporus sehingga berjalan menyerupai pada pembuatan tempe. Sedangkan tahap kedua fermentasi dilakukan oleh basil yang tahan terhadap kondisi salinitas tinggi menyerupai Laktobacillus delbruckii, Hansenulla sp., Dan Zygosaccharomyces soyae.

6. Saus kecap

Proses produksi kecap menyerupai dengan proses produksi tauco. Kecap dihasilkan dengan melibatkan jamur Aspergillus oryzae dan Aspergillus soyae, serta basil asam laktat. Peran basil asam laktat sangat membantu dalam pembentukan aroma dan rasa khas kecap. Dalam hal ini, enzim protease juga memegan tugas penting dari kualitas kecap yang akan diproduksi

7. Terasi

Terasi juga merupakan produk bioteknologi makanan. Ini dihasilkan melalui proses fermentasi udang atau ikan. Mikroorganisme yang terlibat dalam fermentasi ini, antara lain Bacillus, Lactobacillus, Pediococcus, Brevibacterium dan Corynebacterium. Fermentasi mengubah udang dan ikan menjadi pasta kecoklatan khas yang siap dicetak.

8. Cuka

Cuka dihasilkan dari oksidasi etanol oleh basil Acetobacter. Etanol yang dipakai sebagai materi baku cuka sanggup didapat dari anggur, bir, jus tebu, atau jus apel. Sifat cuka sangat asam sehingga harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Reaksi kimia yang terjadi dalam proses oksidasi pembuatan cuka yaitu sebagai berikut:

C2H5OH + O2 —> CH3COOH + H2O + Energi

9. Tempe Bongkrek

Tempe bongkrek merupakan produk bioteknologi masakan yang diperoleh dari fermentasi camilan anggun kelapa (coconut oil processing waste). Fermentasi camilan anggun kelapa umumnya dilakukan oleh basil Pseudomonas cocovenenans. Tempe bongkrek akan menjadi racun kalau terjadi kontaminasi oleh basil Burkholderia cocovenenans dalam proses pembuatannya. Efek racun dari basil ini akan menciptakan sistem pernafasan terganggu, bahkan hingga mati. Efek ini sanggup menjadi teladan dampak bioteknologi masakan yang harus diwaspadai.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/11/pengertian-integritas-fungsi-tujuan-manfaat-ciri-ciri-pribadi.html