47 SMA Dan MA Di Purwakarta Gelar UNBK Serentak

47 SMA Dan MA Di Purwakarta Gelar UNBK Serentak

47 SMA Dan MA Di Purwakarta Gelar UNBK Serentak

47 SMA Dan MA Di Purwakarta Gelar UNBK Serentak
47 SMA Dan MA Di Purwakarta Gelar UNBK Serentak

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Purwakarta, Encah Komariah,

mengatakan, ada 4.532 pelajar SMA yang mengikuti UNBK. Ribuan para pelajar itu, tercatat sebagai siswa di 22 SMA. Di antaranya 17 SMA Negeri, sisanya 25 sekolah merupakan sekolah Swasta dan MA.

Pada hari pertama ini, belum ada kendala. Tetapi, UNBK tahun ini merupakan yang pertama kalinya seluruh SMA menyelenggarakan ujian berbasis komputer,” ujar Encah kepada awak media, Senin (9/4).

Ia mengaku, jika ada kendala listrik padam, bisa diantisipasi dengan genset. Pasalnya,

seluruh SMA sudah memasang mesin tersebut. Tetapi, yang saat ini masih jadi masalah yaitu soal ketersediaan komputer. Sebab, jumlah komputer yang tersedia di sekolah belum berbanding lurus dengan jumlah peserta.

“Solusinya, UNBK SMA dibagi dua sesi. Namun, SMAN Tegalwaru UNBK-nya dibagi tiga sesi. Sebab, komputer yang tersedia cuma 90 unit,. Kalau sekolah yang lain, jumlah komputernya lebih 150 unit,” tuturnya.

Terpisah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Jabar, melansir 25 Madrasah Aliyah (MA)

yang ada di wilayah ini mengikuti UNBK. Ujian ini, merupakan kali pertama diikuti pelajar Madrasah. Sebelumnya, ujian untuk pelajar madrasah ini masih berbasis manual.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Tedi Ahmad Junaedi, mengatakan, UNBK untuk madrasah ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan. Karena itu, banyak hal yang membuat jajarannya was-was dan harus diwaspadai. Salah satunya, mengenai ketersediaan suplai listrik serta jaringan internet.

“Karena ini yang pertama kalinya, maka pengawasannya juga ditingkatkan. Kami terus monitoring. Sebab, khawatir listrik padam atau jaringan internetnya lemot,” katanya.

Tedi menyebutkan, jumlah peserta UNBK pelajar madrasah sebanyak 1.678 siswa. Mereka merupakan pelajar dari 25 madrasah aliyah negeri dan swasta. Adapun madrasah yang paling jauh, berada di Kecamatan Maniis.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis ribuan pelajar ini bisa mengikuti UNBK tanpa kendala. Termasuk, pelajar di MA yang terjauh sekalipun.

 

Baca Juga :