3 Golongan Orang Yang Menyambut Ramadhan dan Makna Ramadhan

3 Golongan Orang Yang Menyambut Ramadhan dan Makna Ramadhan

3 Golongan Orang Yang Menyambut Ramadhan dan Makna Ramadhan
3 Golongan Orang Yang Menyambut Ramadhan dan Makna Ramadhan

” Marhaban Ya Ramadhan” Ramadhan yaitu salah satu dari dua belas bulan yang diputuskan oleh Allah dari dua belas bulan, ramadhan adalah bulan yang khusus didiberikan kepada ummat Nabi Muhammad saw, dan tidak didiberikan kepada umat-umat sebelumnya, alasannya yaitu ramadhan didalamnya sungguh luar biasa alasannya yaitu tiruana ibadah yang dilakukan oleh kaum muslim dengan nrimo semata alasannya yaitu Allah, maka akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah. Kenapa nama Ramadhan yang didiberikan oleh Allah dan bukan nama yang lain ? Kalau kita mengkaji kata ramanadhan maka Ramadhan punya disetiap hurufnya punya makna dan maknanya itu didiberikan oleh ummat Muhammad saw.
Sebelum kita mengulasa kata ramadhan, kita harus tahu bahwa kehadiran ramadhan adalah ialah tamu yang sangat istimewa, namun yang menyambutnya ada tiga golongan, siapakah golongan tersebu ?

3 Golongan Yang Menyambut Ramadhan

1. Golongan pertama, dikunjungi bulan ramadhan yang perasaannya biasa-biasa saja, tidak ada pengaruhnya dalam hatinya sedikitpun, ramadhan dan bukan ramadhan sama saja. INI golongan orang-orang kafir. Bagi orang kafir bulan ramadhan sama halnya dengan bulan yang lain dan tidak besar lengan berkuasa dalam hatinya.

2. Golongan kedua, golongan yang dikunjungi bulan ramadhan dengan perasaan yang sangat susah hatinya, gelisah , risau dan lainnya. Golongan tersebut yaitu golongan dari umat islam sendiri, dan ia yaitu golongan arang-orang munafik. Mereka dikunjungi bulan ramadhan bukannya senang akan tetapi mereka merasa susah hatinya alasannya yaitu bagi mereka merasa jikalau didalam bulan ramadhan tiruana kesenangan-kesenangan disiang hari harus dihindari dan itulah yang sangat berat baginya, menyerupai makan, minum, bersetubuh walau itu istri sendiri. Sehingga mereka merasa susah hatinya, namun banyak saudara sesama umat islam yang dalam hatinya tidak punya rasa aib lagi, mereka malah sengaja mengatakan dirinya tidak berpuasa. Golongan orang munafik ini, yaitu golongan yang palig berat siksaannya di darul abadi alasannya yaitu mereka tiruana sudah tahu aturan, sudah tahu aturan akan tetapi mereka juga yang menginjak-injak aturan atau aturan yang sudah diputuskan oleh Allah swt dan Rasul-Nya.

3. Golongan ketiga, yaitu golongan yang di hadiri bulan ramadhan dan mereka menyambutnya dengan perasaan sangat bangga dan senang oleh alasannya yaitu bagi mereka kehadiran bulan ramadhan yaitu yang sangat ditunggu-tunggu keahirannya, alasannya yaitu baginya bulan ramadhan yaitu bulan berpesta pahala. Dan inilah golongan orang-orang yang diberiman dan bertaqwa kepada Allah swt dan selalu mengharap ridha Allah swt.

Baca Juga: Ayat Kursi

Makna Kata Ramadhan

Kata ramadhan yaitu satu kata yang banyak mengandung makna, jikalau kita lihat secara sesama bahwa kata ramadhan di dalam bahasa Arab رمضان , memiliki 5 aksara sebagai diberikut :
1. Huruf “” ر. Huruf “Ra” kepantidakboleh dari Rahmatullah lil Mu’minin, yaitu rahmat Allah bagi orang-orang mukmin, kasih akung Allah kepada orang mukmin alasannya yaitu orang yang mendapat bulan ramadhan yaitu orang yang didiberikan umur yang panjang dan didiberikan nikmat, betapa banyak saudara kita yang mungkin tahun yang kemudian disaat final ramadhan bermohon kepada Allah supaya mendapat kembali bulan ramadhan, tetapi apa yang mereka harapkan Allah swt berkehendak lain alasannya yaitu mereka sudah dipanggil menghadap kepada Allah

2. Huruf “ م”. Huruf “Mim” yaitu kepantidakboleh dari Magfitatullah lil Mukarrabiin, yaitu ampunan Allah swt bagi orang-orang yang mendekatkan diri dan melakukan amala ibadah. Olehnya itu bulan ramadhan yaitu bulan mulia Allah bagi orang-orang yang betul-betul mendekatkan diri kepada Allah, alasannya yaitu tidak tiruana orang diampuni oleh Allah di dalam bulan ramadhan, akan tetapi spesialuntuk orang-orang nrimo semata.

3. Huruf “ض “ aksara dha yaitu kepantidakboleh dari Dhumnullahi lilmuttaqin yaitu, Allah swt akan mempersembahkan naungan di hari darul abadi bagi orang orang yang menyambut ramadhan dengan penuh hati yang gembira, alasannya yaitu di darul abadi kelak ramadhan akan menjadi saksi dihadapan Allah dan dengan kesaksiannya maka Allah mempersembahkan naungan-Nya. Sungguh beruntunglah bagi orang-orang yang mendapat naungan dari Allah swt. tidak ada lagi daerah bermohon dan berlindung kecuali spesialuntuk kepada Allah.

4. Huruf “ ا “. Huruf alif yaitu kepantidakboleh dari ulfatullah lil mukhlishin yaitu lipat gandanya Allah swt bagi orang-orang yang berzakat di bulan ramadhan dengan penuh keikhlasan. Karena ramadhan yaitu dikhususkan oleh umat Nabi Muhammad saw alasannya yaitu didalamnya orang-orang yang diberiman akan berpesta pahala, lipat ganda pahalanya luar biasa, namun masih banyak saudara kita dialam hatinya sifat sombong dan tidak mau diberibadah. Coba kita sadari, membaca ayat suci Al-qur’an di bulan ramadhan jauh beda pahalanya dibandingkan di luar ramadhan. Satu aksara saja dibaca sudah mendapat pahala 10 sedangkan diluar ramadhan cuma sanggup satu pahala setiap hurufnya.

5. Huruf “ ن “. Huruf “nun” yaitu kepantidakboleh dari nikmatullah lil mu’minin, yaitu nikmat Allah bagi orang-orang yang diberiman. Sungguh luar biasa kemikmat yang didiberikan oleh Allah di dalam bulan ramadhan, coba kita sadari betapa bahagianya hati kita disaat menjelang buka puasa, rasa senang itu yaitu suatu kenikmatan, kita tidak makan dan minum disiang hari tetapi kita tidak mencicipi kelaparan, itu tiruana yaitu nikmat, alasannya yaitu nikmat yaitu pemdiberian Allah, nikmat bukan spesialuntuk harta, jabatan, pangkat dan lainnya, akan tetapi nikmat yaitu apa saja yang kita rasakan dan menhadirkan kesenangan dan kebahagiaan. Dan itulah tiruana yang harus kita syukuri.
Semoga artikel ini sanggup bermamfaat dan sanggup mengintropeksi diri kita.” Marhaban ya Ramadhan “